AKU DAN BRAWIJAYA KU…… (Perjuangan Mendapatkan Beasiswa Bidik Misi)

(Ratu Tintin, Mahasiswi UNIBRAW. Kontributor Forum Batasa Regional Malang). Jangan pernah meremehkan kebaikan, walaupun itu kecil.” Hidup itu jalan panjang jadi jangan berhenti untuk menemukan ujungnya. Hidup itu berat jadi jangan minta yang ringan, tapi mintalah kekuatan untuk memikulnya, pengusung kebaikan itu sedikit, maka jadilah bagian dari yang sedikit itu.

Terimakasih kepada: Allah SWT dan jungjungan Nabi Akhir Zaman Muhammad saw, Keluarga bahagia di Bandung tercinta(mamah,bapak, dan kakak), Masfufah Husni (FP 2010), Dede Durahman (FP 2010), FORSIREMIS 2010-2011 (Mang Budi), Keluarga besar SMAN 1 SOREANG (Guru-guru BK, Bu euis, Bu Titin, pak maman dll), Fadrian Kwartady (FH 2007), Panjalu Danang Ananda (Fpt 2009), Saepudin Hakim (FH UNPAD “keluarga batasa foundation”), Bea Studi Etos Bandung, Bea Studi Etos Malang, Rexa ITB, Andri (FTP 2010 “keluarga besar beastudi etos watu gilang gg 2),Salman Ribathul Kholi (FIB UI 2010),Hildan (UNESA 2011 beserta mamahnya) Lingga Rizky Nugroho (Menteri Advokesma FP UB 2011 beserta staff ), Andhika Respati Bagaswara (Menteri Advokesma EM UB 2011 beserta staff), Bapak Sagiya, Murtado, Dedi (Pegawai rektorat UB), Arief Budi Laksono (Presiden EM 2011), Arif Rahman (FPIK 2008), Ongki (FAPET 2010) Mba gajayana (Mba Umil, indah, luki, maryam dll di kontrakan akhwat hizbut tahrir UB), mba Anisa (Mawapres UB 2012 beserta mba” di kontrakam HAMASAH kerto asri 77), mba” di kostan kertosariro no 53 C, Ewi Anjani & Win Ariga (Keluarga besar KP EM UB 2011), Arum Nawang (Menteri PSDM EM UB 2011) teman-teman komunitas BM 2011 FAPET dan UB, dan kepada orang-orang yang belum penulis bisa sebutkan satu-satu, terimakasih.

Begitu indah syair yang berkumandang di kampus biru brawijaya ini,

Berpadu di derap langkah. Menyambut terangnya sang surya. Universitas Brawijaya sumber ilmu dan budaya………….”

Aku bersyukur bisa berkuliah di sini di Universitas Brawijaya dan bisa diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu di fakultas tercinta fakultas peternakan. Brawijaya baru sampai ditelinga pada saat di penghujung kelas 2 akhir SMA aku mengetahuinya dari kakak tingkat rohis ku yang kini dia menjadi bagian dari mahasiswa fakultas pertanian angkatan 2010. Brawijaya semakin terdengar ditelinga ketika aku berada di sebuah forum yang bernama FORSIREMIS (Forum Silaturahmi Remaja Islam) dari sanalah aku tersistematisasi untuk berkuliah. Tekad ku berkuliah sangat tinggi, mungkin jika tidak bisa berkuliah selepas lulus SMA aku akan bekerja dan menabung semua gaji ku untuk dapat berkuliah. Dan orang tua sangat mendukung tekad ku terutama ayah. Namun cahaya terang menyapa ku ketika aktif mengikuti kegiatan di forum itu bahwa meskipun kita tidak mempunyai uang untuk berkuliah, namun kita masih tetap bisa berkuliah karena pemerintah telah mengadakan program beasiswa pendidikan miskin dan berprestasi atau yang lebih dikenal dengan nama “BIDIK MISI” dari forum itu aku banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan mengenai strategi-strategi dalam berkuliah dan alternative lain jika tidak lolos bidikmisi masih banyak beasiswa lain yang bisa di gapai seperti beastudi etos, beasiswa eka tjipta, beasiswa pemimpin bangsa, beasiswa pertamina, beasiswa PPA/BBM, beasiswa daerah, beasiswa bank, dll. Kami pun diajarkan strategi dalam memilih jurusan dan universitas. Alternative paling aman adalah memelih universitas Brawijaya. Karena universitas yang berada di Bandung sangat ketat persaingannya tidak hanya dari daerah Bandung saja saingannya melainkan dari luar daerah pun menjadi saingan.

Aku memilih Brawijaya dipilihan kedua sebagai pilihan alternative setelah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang berada di Bandung. Aku mendaftarkan lewat SNMPTN jalur undangan sebagai pelamar bidikmisi sesuai dengan petuah Pembina FORSIREMIS, dan aku memproses pendaftaran itu di sekolah lewat guru-guru BK yang berada di sekolah ku. Alhamdullilah proses pendaftaran berjalan dengan lancar meski dengan segala kekurangan fasilitas, komputer aku meminjam kepada teman dan segala file pendaftaran aku simpan di flashdisk pinjaman. Petuah dari Pembina forum juga harus memperiapkan berkas-berkas lainnya seperti SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu) dari RT hingga Desa, legalisir akta kelahiran, surat keterangan sehat, surat keterangan tidak buta warna, fotokopi pajak rumah, listrik, foto rumah, denah rumah, dll sebagai syarat Bidikmisi. Bukan main kewalahannya dan aku harus mengerjakannya sendiri dalam menyiapkan berkas-berkas itu dengan tidak diketahui oleh orang tua dan tidak meminta uang pada orang tua untuk menyelesaikan berkas-berkas itu karena sesuai yang diajarkan forum kita dituntut harus bisa mandiri tanpa menyusahkan orang tua. Setiap hari ketika kelas 3 SMA setelah pendaftaran SNMPTN Undangan itu aku menghemat uang jajan yang kadang tidak diberi uang jajan setiap harinya oleh orang tua ku jelas aku mengetahuinya kondisi keuangan ayah yang sangat minim sekali gaji PNS nya yang setiap bulannya di potong bank dan setiap bulan hanya mendapatkan gajih bersih tanpa potongan sebesar 300 ribu dalam sebulannya. Ketika istirahat tiba, ketika mungkin anak-anak yang lain bergegas pergi ke kantin untuk makan namun aku berbeda, aku mengajak satu teman ku di Irema atau rohis di SMA ku untuk melakukan shalat Duha dan mengurusi terkait berkas-berkas dan sesekali bersilaturahmi ke ruang guru untuk berdiskusi dengan salahsatu guru. Aku menangis dalam hati tatkala itu ketika mendapatkan uang 5ribu dari guru Pembina rohis dan gratis satu buku Lembar Kerja Siswa pelajarannya. Kejadian tak terduga itu beruntut ketika pulang sekolah dan aku harus berjalan kaki lumayan jauh menuju rumah ku dengan melewati teriknya matahari kota industri dan pabrik di daerah ku itu. Karena aku terbiasa untuk berjalan cepat dan menunduk atau tidak memfokoskan penglihatan ke depan namun pada saat itu aku sedang menunduk dan kulihat uang 50 ribu dibawah ku yaa raab ini kah rezeqi darimu yang kau berikan untuk ku apakah aku harus mengambilnya? Aku memohon pada Allah untuk diizinkan mengambil uang itu dan segera bergegas ke kantor Desa, print berkas fotokopi berkas, cetak foto dengan uang tersebut. Dan ketika pulang aku menangis pula ketika keluarga ku tidak menyetujui jika aku harus berkuliah di luar kota apalagi Malang.

Dalam kesedihan ku sungguh teramat sedih kelas 3 SMA yang ku jalani ketika mungkin anak-anak lain giat les untuk menghadapi ujian dan SNMPTN sedangkan aku harus berkecimpung di organisasi ektrak sekolah mengurusi beberapa kegiatan seperti sunatan masal dan buka bersama anak yatim piatu, mencari dana selepas pulang sekolah hingga sore hari dan saat itu aku masih mempunyai seorang pacar yang kini menjadi mahasiswa pertanian Brawijaya 2010 dan hubungan percintaan kami diujung tanduk dengan menggantungkan aku hingga ujian tiba, masih teringat jelas badan yang kurus ini mengerjakan soal-soal ujian namun diliputi kesedihan, aku mengerjakan soal sambil menangis dalam hati banyaknya persoalan yang kuhadapi. Hingga tepat beberapa hari setelah ujian aku benar-benar putus dengannya. Namun aku sangat berterimakasih padanya karena setidaknya dari kelas 3 SMA awal aku sudah mengetahui banyak mengenai perkuliahan khususnya di Brawijaya mulai dari akademik dan organisasi, dari fb pun banyak membuka cahaya terang untukku semakin mengenal Brawijaya salahsatunya berteman dengan beberapa senior aktivis pergerakan pertama kali aku menemukan teman Brawijaya di dunia maya yaitu bernama Fadrian Kwartady Fakultas Hukum 2007 yang mana beliau tatkala itu menjabat menjadi sekjen EM UB 2011 dan dari FB beliau aku banyak mendapatkan Informasi tentang Brawijaya bahkan ketika masih SMA aku sedikitnya sudah tau aksi-aksi yang dilakukan oleh EM UB 2011 dari catatan seseorang bernama Fadrian Kwartady itu. Kedua aku mendaptkan informasi banyak mengenai fakultas peternakan Brawijaya dari seseorang yang benrnaPanjalu Danang Ananda yang tatkala itu menjabat sebagai anggota DPM FAPET 2011 dan kini menjadi asisten salahsatu praktikum ku.

Meski seragam masih putih abu sedikitnya aku sudah mengetahui berbagai hal tentang Brawijaya dan setelah itu akupun sempat message ke FB Advokesma EM UB 2011 berkonsultasi terkait Bidik Misi. Aku tak tahu mengapa hati ini sebigitu terpikatnya pada Brawijaya padahal aku selalu berdoa dan berharap untuk dapat berkuliah di Bandung agar bisa menyenangkan kedua orang tua ku. Dan boleh dibilang SMA itu update FB banget dari mulai BEM yang ada di pulau Sumatera hingga Papua hampir sudah berteman semua, berbagai FB ekstrak kampus pun hampir sudah berteman semua. Suatu hari ada orang yang message beliau bernama Saefudin Hakim beliau berasal dari Fakultas Hukum UNPAD Pendiri Batasa Foundation. Dan meminta foto ku untuk dijadikan model lembaganya dan bimbingan belajarnya dan aku pun dimasukan di grupnya dan alhamdulllilah dari sana aku banyak menemukan teman di seluruh Indonesia bahkan para calon Maba Brawijaya.

Untuk strategi alternative jika tidak diterima di Bidikmisi undangan maka kami sering mengikuti berbagai TO yang diselenggarakan oleh Rexa bertempat di Salman ITB dan TO yang diselenggarakan oleh Beastudi etos Bandung. Dan kami pun mendaftakan diri untuk menjadi pelamar etoser dengan mengikuti serangkaian seleksinya. Dan aku pun berterimakasih kepada bang Salman dari UI salahsatu anggota FORSIREMIS yang memberikan link beberapa etoser daerah Jakarta atau bogor sehingga aku bisa berkonsultasi banyak kepada para etoser itu. Dan ada satu magnet juga untuk mempelajari organisasi-organisasi yang ada di UI terutama DPM nya dan sangat tidak diduga tanggal 20 oktober kemarin bisa berdiskusi langsung dengan ketua DPM UI Ka Ahmad Firmansyah langsung disuatu tempat kegiatan.

Hari yang paling mendebarkan pun tiba, karena kami sudah dididik beda oleh forum maka tatkala SNMPTN UNDANGAN diumumkan sekitar jam 7 malam, sore harinya aku telah disumpah Al-Quran oleh Pembina tidak boleh melihat karena akan diumumkan langsung oleh forum esok harinya. Ketika mungkin anak-anak lainnya telah bersuka cita atau bersedih hati karena keterima atau tidaknya di Universitas pilihan masing-masing, sedangkan aku hanya bisa membuka buku SNMPTN Tulis dan buku STAN dan mengerjakan soal demi soal dan dilanjut dengan shalat malam akhirnya tidur. Esok hari tiba dan aku segera bergegas pagi hari itu ke sekretariat FORSIREMIS, tidak ada suatu firasat apapun pikiranku tenang dan menyerahkan semuanya pada Allah, jika memang aku tidak lolos maka Allah telah mempersiapkan kado terindah lainnya selain ini. Sungguh pengumannya layaknya pengumuman eliminasi Indonesia idol jadi di panggil satu-satu dan dipisahkan beberapa orang dan beberapa orang itu ada yang dinyatakan gugur dan lolos. Dan sujud syukur serta tangisan ini tiada henti, aku sangat senang tapi aku sedih sungguh teramat sedih, apa yang harus aku katakana pada orang tua ku karena aku masuk di Universitas Brawijaya di Fakultas Peternakan. Serasa enggan untuk melangkahkan kaki dan mengatakan pada orangtua karena aku telah masuk universitas namun dijauh sana di Jawa Timur Malang. Aku berjalan kaki dengan meneteskan sedikit demi sedikit air mata, karena aku lolos di bukan pilihan orang tua. Namun kekuatan takdir tidak bisa dikalahkan, aku sangat berterimakasih pada Allah ketika sampainya dirumah dengan tangisan yang ku berikan pada orangtua karena aku masuk di Brawijaya yang berada di Jawa Timur entah mengapa orangtua ku luluh dan meridhoiku dengan ikhlas untuk bisa berkuliah di Brawijaya. Itulah kebahagian yang kudapat setelah kesedihan menghampiriku.

Satu persoalan batin lagi, aku dan orang tua ku tidak mempunyai uang sama sekali untuk ku pergi ke Brawijaya. Namun cahaya terang kembali Allah tunjukan pada ku. Orangtua ku lantas menemui Pembina forumku dan menceritakan keadaan ekonomi dan tidak mempunyai uang sebesar 500 ribu untuk ku pergi ke Malang. Dan bantuan pun dating ketika itu ada ibu dari teman ku dia Hildan sekarang kuliah di UNESA seangkatan ku kebetulan beliau berdagangan jadi masih ada uang 500 ribu dan meminjamkannya untukku agar bisa pergi ke Brawijaya Malang untuk daftar ulang SNMPTN undangan. Akhirnya dengan uang 500 ribu itu aku pergi ke Malang beserta Pembina forum dan teman-teman yang lain dengan kereta Malabar. Setelah sampai di Malang yang dulu hanya dibenakku hanya bisa menerka-nerka keindahan di kota Malang kini aku bisa melihatnya dengan nyata. Sungguh sangat senang dengan kota ini dengan udara yang cukup bersahabat. Setelah dari stasiun kami berkumpul dahulu di gazebo UB disambut oleh kakak-kakak FORSIREMIS yang telah berkuliah di Brawijaya, setelah itu aku dibawa ke mesjid Pertanian dan dari sanalah awal pertemuan ku dengan mas Lingga Rizky dan berkonsultasi dengannya masalah Bidikmisi.

Setelah itu kami dititipkan di tempat etos wanita di daerah Watugilang gg 2. Beberapa hari di etos dan dirundung kembali kesedihan karena uang yang ku punya hanya 500 ribu kurang dipotong ongkos dan aku mendengar harus membayar uang pendaftaran sebesar 1,8 juta dan dikebingungan itulah aku dipertemukan dengan Mas Andhika Respati Bagaswara beliau tatkala itu adalah menteri Advokesma EM UB 2011 dan diperkenalkan pula dengan beberapa staffnya yang ramah dan sangat welcome dengan mengadvokasikan ku ke rektorat untuk mengurusi penundaan uang pembayaran. Aku hanya membayar uang pendaftaran sebesar 200 ribu rupiah saja yang harusnya ku bayar 1,8 juta. Daftar ulang pun tiba, sungguh sangat luar biasa sekali acara itu, aku entah mengapa selalu diberikan kemudahan. Padahal aku tidak berangkat terlalu pagi ke acara daftar ulang itu sesampainya di dekat Samantha Krida dengan wajah bingung ku lantas ada seorang pria yang menghampiri ku beliau bernama Arif Rahman (FPIK 2009) dan menjelaskan mengenai alur daftar ulang dan mempertemukan ku dengan Mas Ongky (Fapet 2010) dan ketika sampai di depan pintu sakri aku diberi semangat untuk masuk “ayo dek masuk dek” oleh seorang pria dengan beralmamater dan dilengannya begitu banyak bendera yang ia tempel,. Dan petugas rektorat pun membolehkan masuk, dan aku heran mengapa aku jadi orang pertama yang masuk ke tempat itu dan langsung dibawa oleh mbak-mbak beralmamater entah siapa namanya dan tahu nama ku ratu dan mengantarkan ku ke kursi peternakan. Ketika orang lain mengantri daftar ulang hingga larut malam loh ko aku hanya sampai pukul 08.30 pagi saja. Ketika beres daftar ulang dan melihat kakak-kakak tingkat yang memakai almamater atau tak lain EM UB maka aku memberanikan diri saja untuk bertanya toh dulu juga aku berorganisasi maka harus dibiasakan untuk berdiskusi dengan para aktivis. Aku menghampiri laki-laki beralmamater dibelakang kursi para Maba aku bertanya mengenai Bidikmisi juga padanya. Tapi beliau malah menjawab dengan logat sunda seperti bahasa ku, dan baru ku ketahui setelah daftar ulang beliau adalah Arief Budi Laksono yaitu Presiden EM UB 2011. Setelah bertanya dengan laki-laki itu aku duduk sejenak di kursi belakang, dan tepat disampingku ada lagi wanita yang beralmamater dan kami pun berdiskusi tentang organisasii beliau memberikan kartu nama dan kulihat namanya Arum Nawang Menteri PSDM EM UB 2011. Sungguh pertemuan yang luar biasa dengan para aktivis Brawijaya.

Kegundahan ku muncul kembali apakah aku benar-benar akan keterima Bidikmisinya ataukah tidak. Dan ketika tidak terterima aku akan kembali ke Bandung. Dari kegundahan yang kurasakan itu aku dan kawan-kawan yang lainnya diajak berkuliah di Fakultas Teknologi Pertanian oleh mba Andri salah satu etoser yang kamarnya kami tempati. Padahal aku bukanlah mahasiswa FTP dan belum sama sekali ospek dan berkuliah masih 6 bulan lagi ke masa perkuliahanku tapi aku sudah mersakan berkuliah di FTP dan itu pengalaman yang sangat menguji adrenalin karena takut ketahuan oleh dosen.

Lantas aku tak hanya diam dengan uang ku yang semakin menipis ini aku kembali menemui crisis center Advokesma EM UB 2011 dan meminta bantuan mengadvokasikan bagaimana cara bisa mengetahui lolos atau tidaknya bidikmisi kami pun di antar ke rektorat dengan hanya diberikan intruksi kelantai 2 dan lantai 5. Kami mengetahui lolosnya Bidikmisi di lantai 5 oleh Bapak Sagiya dengan menceritakan keadaaan keuangan kami yang sangat menipis dan ia membukakan siam ku dan entah menelpon siapa lantas mencetak SIAM ku dan beliau memberikan selamat kepada ku karena aku mendapatkan Bidikmisi . Rasa syukur yang tiada henti aku panjatkan pada Allah SWT dengan segala kebaikan yang telah diberikan kepadaku. Aku Ratu Tintin Purwaningsih seseorang yang diprediksi tidak dapat melanjutkan kuliah karena tidak ada biaya untuk berkuliah, membuktikan bahwa aku bisa berkuliah tanpa meminta uang sedikitpun pada orang tua. Jika ada tekad yang kuat pada diri kita sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin karena Allah adalah penentu segala takdir. Usaha adalah yang paling penting mungkin aku tidak akan pernah tahu mengenai program Bidikmisi ini jika aku tidak berorganisasi dahulu kala dan aktif bertanya pada kakak-kakak tingkat. Negara kita telah mengamanatkan dalam UUD 45 bahwa salahsatu amanatnya adalah dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sungguh ditangan kitalah Negara ini akan kita bawa. Jika para pemudanya tidak bersemangat untuk giat menuntut imu dan hanya putus sampai SMP atau SMA serta hanya menyerahkan Ijazah pada perusahaan asing bekerja di Pabrik-pabrik dengan gaji hampir sama dengan Bidikmisi/bulannya. Maka apakah kau akan memilih bekerja di pabrik-pabrik itu atau kah kau lebih memilih bekerja pada Negara dan digaji oleh Negara dan kau harus berkontribusi pada Negara atas apa yang telah diberikan Negara kepada mu. Intinya seorang mahasiswa penerima Bidikmisi itu harus peduli karena kita telah makan uang dari pajak yang telah dibayarkan oleh masyarakat. Tidak ada kesombongan dari para mahasiswa Bidikmisi yang benar-benar ia berhak mendapatkannya karena rasa susah benar-benar terasa dalam kehidupannya sehingga ketika suatu saat nanti sukses bukanlah berarti apa-apa karena kesuksean para mahasiswa bidikmisi adalah kesuksesan masyarakat Indonesia pula. Terakhir kepada para yang masih mempunyai kelebihan finansial dan anda memanipulasi data untuk mendapatkan Bidikmisi segeralah bertaubat, karena Allah akan menghitung segala perbuatan mu walau seberat zarrah. (batasa.red)

BRAWIJAYA, BIDIK MISI, PRESTASI TANPA BATAS……!!

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s