Info Asrama Mahasiswa | Asrama Mahasiswa dan Kebersamaan di Tengah Beragam Identitas

Hampir sebagian besar perguruan tinggi baik swasta maupun negeri memiliki asrama bagi mahasiswanya. Tren pembangunan asrama mahasiswa pun kini semakin populer dan tentu saja membawa efek positif bagi perkembangan dunia pendidikan di negeri ini. Di sana, ada keragaman identitas, kebersamaan, dan juga pembentukan karakter.

Asrama mahasiswa tidak sekedar tempat tinggal semata. Akan tetapi di sana tercermin keragaman identitas yang menunjukkan bahwa penghuni berasal dari berbagai latar baik daerah, suku, hingga kebiasaan individual dimana mampu menumbuhkan jiwa toleran dan kebersamaan dalam membangun bangsa kelak. Asrama bagai mozaik bangsa yang tentu sangat bermanfaat bagi pengembangan jiwa kepemimpinan

Kepala Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Vhisnu Juwono mengatakan bahwa keberadaaan asrama merupakan kebutuhan dasar bagi para mahasiswa terutama yang berasal dari daerah  atau kota yang jauh dari lokasi kampus.

Dijelaskan Vhisnu, UI, pertama kali memilki asrama mahasiswa ketika mendapat hibah bantuan gedung di Jalan Otista-Jakarta Timur  yang dikenal dengan Asrama Wisma Rini. Seiring dipindahkanya sebagian besar kampus UI ke Depok, maka pada tahun 1999 birokrat kampus membangun Asrama Mahasiswa di Depok. Asrama kampus UI Depok ini terus mengalami penambahan dan renovasi hingga tahun 2007 dengan jumlah kamar terus bertambah.

Saat ini terdapat sebanyak  49,000 jumlah mahasiswa UI. Dengan kondisi seperti ini asrama UI hanya mampu menampung sebanyak 3 persen dari jumlah mahasiswa yang ada. Oleh karenanya tambah Vhisnu, UI berencana mendirikan student housing tidak hanya bagi mahasiswa/siswi UI yang berasal dar Indonesia, tetapi juga mahasiswa dan mahasiswi internasional.

Vhisnu mengakui dengan adanya asrama kampus akan mampu menciptakan kebersamaan dari warga di dalam asrama itu sendiri. Ini tentunya akan memberi dampak psikologis yang positif dimana setidaknya mengurangi kerinduan dari mahasiswa karena telah memiliki ‘keluarga’ di lingkungan asrama UI. Sedangkan dari segi ekonomis tentunya akan sangat menolong mahasiswa-mahasiswi bersangkutan karena tidak perlu membayar biaya transpor yang cukup mahal.

“Kami mengutamakan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu serta berasal dari luar Jabotabek.  Jadinya penetepan kriteria penghuni ditujukan kepada yang benar-benar memerlukan tempat tinggal,”ungkap Vhisnu.

Kapasitas penghuni asrama UI saat ini adalah 1403 dan kapasitas kamar 1255. Tentu saja ini menurut Vhisnu masih jauh dari cukup, mengingat permintaan untuk menetap di asrama UI dari tahun ke tahun sangat besar.

Fasilitas yang didapatkan mahasiswa penghuni asrama  terbagi dalam dua kategori: fasilitas kamar dan fasilitas umum. Dimana fasilitas kamar terdiri dari tempat tidur, lemari  pakaian, meja belajar, kasur.  Sedangkan fasilitas umum terdiri dari kantin, mini market, laundry, warnet, dan mesin ATM.

Asrama yang berdiri di atas lahan seluas 4,8 hektar ini dikelola Direktorat Fasilitas dan Umum dimana  dipimpin seorang Kepala Asrama yang membawahi puluhan karyawan UI. Dalam hal pendampingan, orang tua atau saudara dapat menjenguk mahasiswa-mahasiswi yang bersangkutan. Akan tetapi mereka tidak diperkenankan untuk tinggal  di kamar bersangkutan. Bila ingin menginap maka orang tua atau saudara bersangkutan diwajibkan untuk menyewa kamar kosong, bila tersedia.

Berbeda dengan kehidupan berasrama di Universitas Pelita Harapan (UPH) yang terletak kampus UPH, Lippo Karawaci, Tangerang. Kehidupan bersama di UPH menjadi unik karena karena mahasiswa dibentuk karakternya melalui berbagai macam program. Mission Youth for Christ (MYC) Student Dormitory yang pertama kali dibuka pada bulan Juni 2006 memiliki visi yang sama dengan visi UPH, yakni True Knowledge, Faith in Christ, dan Godly Character.

Dengan adanya MYC Student Dormitory, UPH dapat mengawasi dan membentuk diri mahasiswa secara intensif.  Mahasiswa, ungkap Stephen Lester Metcalfe, BA, MYC Executive Director dibiasakan untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam segala aspek baik di dalam maupun di luar jam kampus.

Holistic Education    
Holistic education menjadi semangat utama dari asrama UPH. Dengan menyediakan berbagai macam fasilitas seperti jaringan internet nirkabel, kolam renang, ruang olahraga, meja billiard, food court, dan lounge, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan diri secara utuh dalam aspek intelektual, emosional, sosial, kebudayaan, artistik, kreatif, dan fisik. Karena bertempat di dalam lingkungan kampus, mahasiswa dapat selalu menggunakan fasilitas kampus setiap saat. Selain itu, MYC juga mengembangkan aspek spiritual para mahasiswa melalui program seperti Monthly Gatherings, Community Outreach Opportunities, Tutoring, MYC Friday Night, Leadership, Disciples Training, Mentor Program, Movie Madness, MYC Green Day, Health Project, Olympic Race, dan program-program lainnya.

MYC Student Dormitory tidak hanya menyediakan tempat tinggal saja, tetapi juga keluarga baru bagi para penghuninya. Para supervisor, resident assistant, dan dorm master selalu siap memfasilitasi mahasiswa dalam hal apapun setiap saat. Sistem keamanan 24 jam yang sudah terintegrasi dan menggunakan sensor sidik jari dapat memberikan rasa aman bagi para orang tua yang menitipkan anaknya di asrama ini.

Flora, mahasiswa STPPH angkatan 2010, mengungkapkan alasan utamanya tinggal di MYC Student Dormitory karena lokasinya yang ada di dalam lingkungan kampus. “Dormitory-nya bagus, fasilitasnya juga. Supervisor­­-nya juga bantu kita banget. Kalau ada yang sakit, akan dirawat dan dibawa ke dokter,” kesan Flora.

Berbeda dengan asrama kampus yang dikelola Universitas Kristen Indonesia. Jumlah penghuni asrama mahasiswa UKI yang belum lama dibangun ini hanya 32 orang yang berasal dari Mentawai, Nias, Papua, dan Lampung. Terdiri dari dua blok masing-masing blok terdiri dari 6 kamar untuk penghuni pria dan 6 kamar untuk penghuni wanita. Kamar-kamar tersebut diberi nama, Kamar Efesus, Korintus, Filipi, Yerusalem, Galatia, Tesalonika, Ester, Debora, dan Ruth.

Karena mengemban misi sosial bagi penghuni maka kehidupan mahasiswa penghuni asrama ini pun biayanya berasal dari para sponsor baik pribadi maupun berasal dari ikatan alumni UKI. Penghuni asrama, seperti disampaikan Pembina Asrama, Dandy Sandayu Noron juga dibina melalui capacity building. Disiplin asrama ditegakkan. Setiap jam 5 pagi, para penghuni mengawali harinya dengan Ibadah bersama dan ditutup dengan ibadah pada jam 8 malam setelah mereka belajar. Mereka juga tambah Dandy, dilatih berkebun.

Siapa saja yang layak sebagai penghuni asrama kampus itu? UI misalnya seperti memiliki kriteria tersendiri.”Kami mengutamakan lepada mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu serta berasal dari luar Jabodetabek. Jadi, penetapan kriteria penghuni ditujukan lepada yang benar-benar memerlukan tempat tingla,”ungkap Vhisnu.Berbeda dengan penghuni asrama kampus UKI. Kriterianya seperti dikemukakan Dandy adalah mereka direkomendasi oleh gereja masing-masing.

Nyaman di Rumah Kedua
Banyaknya  fasilitas dan harga yang relatif murah menjadi salah satu alternatif mahasiswa memilih asrama kampus sebagai rumah keduanya. Seperti yang tersedia di kampus Institut Teknologi Surabaya (ITS), asrama kampus menjadi tempat tinggal yang sangat menarik bagi mereka.

Asrama yang  menjadi salah satu fasilitas yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru ITS. Penghuni asrama terdiri dari mahasiswa dari berbagai jurusan yang berasal dari luar Surabaya. Asrama yang terdiri dari asrama lama dan asrama baru ini dikelola oleh Kajur Jurusan Sistem Perkapalan FTK-ITS.

Untuk asrama baru terdiri dari gedung A hingga J sebanyak 96 kamar. Penghuni asrama wajib mentaati peraturan-peraturan yang ditetapkan  dimana memiliki jam malam hingga pukul 23.00 WIB, dan portal asrama dibuka pada pukul 05.30 WIB.  Penghuni asrama tidak diperkenankan membawa teman sejenis maupun lawan jenis masuk ke dalam kamar. Selain itu, penghuni asrama tidak diperkenankan pacaran di sekitar area asrama, dan dilarang membawa miras/narkoba, dan bermain judi. Jika melanggar peraturan akan ditindaklanjuti bahkan dapat diberi sanksi hingga dikeluarkan dari asrama.

Asrama yang dapat menampung hingga 1500 mahasiswa memiliki kriteria dan fasilitas yang berbeda tiap kamarnya. Selain kamar dengan kapasitas empat orang, asrama juga memiliki kamar berkapasitas dua orang, bahkan satu orang, dengan harga yang berbeda-beda. Untuk kamar asrama dengan kapasitas empat orang, biaya sewanya 150 ribu perbulan, kamar dengan kapasitas dua orang memiliki biaya sewa sebesar 175 ribu, dan biaya sewa untuk satu kamar per orang yaitu sebesar 225 ribu. Ketentuan pembayaran biaya asrama dilakukan per enam bulan sekali dalam kontrak satu tahun yang terhitung sepuluh bulan.

Asrama mahasiswa ITS hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru dan hanya untuk satu tahun. Sehingga jika masa kontraknya habis, mahasiswa terpaksa harus mencari tempat tinggal baru karena terjadi regenerasi penghuni asrama.

Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) sendiri awalnya memiliki tiga asrama yang diperuntukan bagi mahasiswa, yaitu asrama Putri Ratnaningsih, Sagan, asrama Dharmaputra di Baciro, dan asrama Cemara Lima di Karanggayam Depok Sleman. Asrama Putri Ratnaningsih diresmikan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1954. Asrama degan 32 kamar ini dikhususkan bagi mahasiswa putri yang menempuh jenjang S1. Sementara asrama Dharmaputra yang juga didirikan pada 1954 ini dikhususkan untuk mahasiswa putra dan para tamu yang berkepentingan dengan UGM. Sedikitnya mahasiswa yang berada di Dharmaputra ini dapat disebabkan karena lokasinya yang agak jauh dari kampus, yaitu sekitar 3 km. Asrama Cemara Lima dulunya juga ditempati oleh mahasisa putra, namun karena sekarang sedang dalam masa renovasi semua warganya dipindahkan di asrama Dharma Putra.

Di dalam asrama juga terdapat organisasi yang berfungsi sebagai wadah aspirasi warga. Asrama Ratna Ningsih memiliki organisasi bernama KAMPR (Keluarga Asrama Mahasiswa Putri Ratna Ningsih), sedangkan asrama Dharma Putra memiliki organisasi yang bernama KMAD (Keluarga Mahasiswa Asrama Dharma Putra). Masing-masing organisasi tersebut befungsi sebagai wadah aspirasi warga. Selain itu, interaksi yang terjalin antara warga asrama dengan masyarakat sekitar menjadi salah satu pembeda antara mahasiswa yang tinggal di asrama dengan mahasiswa yang tinggal di kos-kosan.

Dengan konsep asrama yang kini sudah diubah menjadi residence menjadikan asrama mengalami kenaikan tarif. Kini, tarif yang dikenakan pada setiap mahasiswa di asrama (Ratnaningsih misalnya) adalah Rp.200.000/bulan dengan menempati satu kamar berukuran 5×6 untuk tiga orang. Sedangkan pada asrama Dharmaputra adalah Rp. 1.250.000/bulan dengan satu kamar ditempati untuk satu orang. Asrama seolah dijadikan sebagai ladang kapitalisme dengan mahasiswa sebagai sasarannya.

Berbeda dengan Asrama Bumi Ganesha (ABG) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang letaknya tidak jauh dari lokasi kampus. ITB Asrama yang didirikan tahun 1983 ini atas hibah dari negara untuk ITB dimana kemudian sejak tahun 1987, pengelolaannya diserahkan kepada mahasiswa, penghuni ABG.

Biaya operasioal asrama mereka kelola sendiri. Mereka menutupi biaya operasional dengan menjalankan beberapa unit usaha. Unit-unit usaha tersebut di antaranya wartel 24 jam, katering, dry cleaning, toserba, biro privat, dan laundry. Keuntungan dari unit usaha tersebut dipergunakan untuk beberapa kepentingan di antaranya subsidi biaya sewa kamar asrama, gaji karyawan, juga biaya listrik dan air. Tak heran, biaya sewa kamar di asrama ABG menjadi hanya Rp.115.000/bulan, jauh lebih murah dibanding biaya kos di Bandung yang berkisar antara Rp.500.000- Rp.1000.000 atau mungkin lebih.

Terdapat 90 kamar di ABG, masing-masing kamar tersedia lengkap dengan tempat tidur, meja dan kursi belajar, juga lemari. Fasilitas lain yang ditawarkan antara lain fasilitas olah raga. Selain itu, tersedia juga layanan internet bagi penghuni asrama yang membutuhkan, juga ruang bersama dan perpustakaan mini
.
Bagaimana halnya dengan asrama putra bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB)? Sylvasari adalah salah satu fasilitas asrama putra yang berada di lingkungan IPB, dengan suasana yang masih asri dan alami, serta nuansa rimba.
Fasilitas-fasilitas yang tersedia di asrama itu antara lain fasilitas olah raga (sepak bola, badminton, volley ball, tenis meja, catur, caramboll, dan lain-lain), komputer, telepon, televisi, kantin, musholla, surat kabar, perpustakaan, koperasi, pengembangan minat dan bakat  seperti nasyid, band, sablon, kewirausahaan, manajemen kepemimpinan, kerohanian Islam.

Asrama ini terletak di dalam kampus IPB Darmaga sehingga memudahkan para penghuni pergi ke kampus maupun keluar kampus karena dilewati kendaraan umum. Disamping itu asrama ini juga dekat dengan rental komputer dan internet, Gelanggang Olahraga, lapangan basket, wartel, rumah makan, dan masjid kampus yaitu masjid Al Hurriyyah.

Lain lagi cerita asrama mahasiswa di Universitas Andalas Padang (Unand). Asrama mahasiswa Unand merupakan sebuah unit pelayanan yang dimaksudkan untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan Unand di masa mendatang. Unit ini merupakan unit yang terintegrasi ke dalam struktur dan tata kelola Unand yang bertugas memberikan layanan hunian bagi mahasiswa yang mampu mendorong serta menumbuhkembangkan iklim berilmu, berprestasi, dan bertaqwa serta berjiwa kebersamaan bagi mahasiswa Unand. Asrama Unand berfungsi sebagai sarana tempat tinggal yang berperan dalam kegiatan pembentukan karakter dasar bagi setiap mahasiswa Unand pada umumnya dan mahasiswa penghuni asrama khususnya. (Harian Sinar Harapan)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s