Persiapan Sebelum Anak Masuk TK

imgArtikel

Dua tahun yang lalu, saat Mitchell Tea pulang ke rumah dari hari pertamanya sekolah di TK, ibunya tidak sabar untuk mendengarkan pengalamannya di sekolah. Tetapi betapa sedihnya si ibu ketika hal pertama yang dikatakan Mitchell adalah, “bagaimana cara saya berteman?”

“Saya tidak pernah menyangka dia bakal punya kesulitan berteman,” kata Amy Rea. “Seharusnya saya mengajarkannya untuk berkata sesuatu seperti ‘Apakah disini ada yang suka Pokemon?’ Kemampuan sosialisasi dasar — seperti bagaimana memulai pembicaraan dan bertanya pada orang, adalah beberapa hal yang sangat ditakutinya.”

Menurut para pakar, banyak orangtua yang tidak mengetahui apa yang dibutuhkan untuk mempersiapkan anak-anak mereka untuk TK, baik dalam aspek sosial juga akademis. Hal ini dapat membuat para ibu, bapak, anak-anak dan juga guru sama frustasinya.

Satu hal yang perlu diingat … TK tidak lagi sama seperti yang anda ingat pada saat anda kecil dahulu. Sekarang banyak murid yang sudah mulai belajar cara menulis, penjumlahan, dan bekerjasama menyelesaikan soal / permasalahan. Menurut para guru, tidaklah terlalu dini untuk mulai mempersiapkan anak anda beberapa bulan sebelum mereka masuk TK. Berikut beberapa hal yang perlu anda ketahui:

Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi

Kemampuan sosial seperti mendengarkan, mengantri / bergiliran, mengikuti instruksi adalah hal yang sangat penting. Jika anak anda tidak mengetahui cara berteman atau meminjam sesuatu, maka dia akan kesulitan berbagi / sharing peralatan di kelas dengan teman-teman sekelasnya. Jika dia tidak dapat mengikuti instruksi atau tidak dapat tetap duduk tenang selama 20 menit untuk menyelesaikan suatu tugas (menggambar, melipat, dsb) maka dia bisa ketinggalan. Dan bagi anak-anak yang kesulitan untuk tidak berbicara bukan pada saatnya ketika di kelas, maka dia akan susah untuk fokus pada pelajaran.

What to do: Dibutuhkan waktu dan latihan bagi anak usia 5 – 6 tahun untuk belajar memperhatikan dan tidak mengganggu anak di sebelahnya. Anak-anak yang sebelum masuk TK sudah berada di daycare atau bersekolah di preschool memiliki pengalaman mengantri / bergantian dan bekerjasama; Selain itu hal ini juga dapat dipelajari dengan ikut summer camp, kesenian, olahraga atau kelas musik.

Saat di rumah, bisa dengan bermain role-play dengan anak anda. “Ngomong apa kalau mau meminjam sesuatu? Bagaimana jika anak tersebut tidak memperbolehkan? Siap menghadapi situasi seperti ini dapat membantu anak anda melalui hari-harinya di sekolah,” menurut Tracie Paquette, guru TK di Satellite Beach, Florida – Amerika Serikat.

Teresa Savage, penulis buku “The Ready-to-Read, Ready-to-Count Handbook: How to Best Prepare Your Child for School“, menyarankan permainan menemukan pasangan tutup botol dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak, terutama anak yang kesulitan berkonsentrasi dan perhatian yang gampang teralihkan. “Kumpulkanlah botol selai, shampo, atau botol-botol lainnya. Simpanlah tutup botolnya dalam satu kotak atau kardus dan botol pada kardus lainnya. Mintalah anak anda untuk menutupkan setiap botol dengan tutup yang tepat,” katanya. Sedangkan dalam rangka meningkatkan kemampuan atau kemauannya untuk mengikuti arahan, cobalah bermain Simon Says (cara bermainnya dapat dilihat pada artikel yang lalu mengenai “Permainan Seru Pada Acara Anak”)

TK Tidak Hanya Bersenang-senang dan Permainan

Guru yang baik selalu mencoba untuk membuat kelasnya seru dan menyenangkan agar apa yang dilakukan anak-anak di sekolah terlihat seperti permainan. Tetapi tugas yang dilakukan anak-anak sangat penting untuk pembelajaran. Sebuah gambar misalnya, tidaklah hanya sekedar gambar, kata Paquette. “Juga mengenai pendengaran dan perhatian anak-anak. Apakah mereka menggambar apa yang ditugaskan? Ketika kita berbicara mengenai bentuk: Apakah bentuk rumah? Bisakah kamu menggambar bentuk rumah?”

Bernyanyi secara halus mengenalkan anak untuk menghafal, ritme dan tempo, yang semuanya akan bermanfaat saat mereka belajar membaca, matematika dan ilmu pengetahuan alam. Hal yang terlihat simple seperti menggunting dan menempel dapat mengasah kemampuan motorik juga mengajarkan mengenai kesabaran dan bagaimana untuk mengikuti instruksi.

What to do: Mulailah dari sekarang untuk berbagi dengan anak anda mengenai hal-hal seru yang dilakukan anak yang sudah besar yang juga akan dilakukannya nanti. “Semangat untuk belajar sama pentingnya dengan mengetahui hal-hal yang spesifik dan keterampilan,” menurut Marilou Hyson, Ph.D., associate executive director for professional development di National Association for the Education of Young Children.

Bantulah dia untuk mengerti betapa pentingnya sekolah dengan anda turut aktif terlibat. Hubungilah guru anak anda sebelum hari pertama sekolah (banyak sekolah yang sudah mengetahui guru masing-masing kelas dan murid) dan tanyakan bagaimana orangtua dapat membantu di kelas.

Kunci kesuksesan bersekolah di TK

Anak-anak membutuhkan pengalaman yang luas mulai dari hal yang seru seperti museum hingga aktifitas yang menyenangkan seperti mencari kerang di pantai. Memperluas dunia anak anda adalah langkah yang bagus. “Semakin banyak yang pengalaman anak anda sebelum mulai masuk TK, semakin gampang bagi mereka untuk belajar dan meningkatkan apa yang mereka pelajari,” kata Laurie Marple, guru TK di Davenport, IA.

Bermacam-macam aktifitas juga dapat meningkatkan pengetahuan kosa kata. “Salah satu indikator kesuksesan anak di kemudian hari sebagai pembaca adalah banyaknya kosakata saat dia mulai sekolah,” menurut Hyson. Membantu anak anda bereksplorasi ke berbagai hal akan memberikannya kesempatan untuk mempelajari kata-kata baru seperti kunjungan ke kebun binatang, hutan, danau, toko-toko, perpustakaan, dan seterusnya.

What to do: Meskipun anak yang masih kecil dapat memperoleh sesuatu dari kunjungan ke museum ilmu pengetahuan, apakah itu melihat perbedaan antara lukisan yang menggunakan cat air dan cat minyak atau mengerti bahwa beberapa binatang tidur di siang hari dan beraktifitas di malam hari. Pergi memancing atau pertandingan olahraga; mendatangi pemadam kebakaran atau kantor polisi untuk melihat-lihat. Pergilah ke kebun binatang atau toko binatang peliharaan atau ke kebun. Pergilah ke toko tanaman dan bicaralah mengenai tanaman dan bibit, kemudian belilah beberapa untuk ditanam bersama di rumah. Kunjungi toko binatang untuk membeli berudu, letakkan di dalam kolam ikan dan lihatlah mereka tumbuh menjadi kodok. “Aktifitas-aktifitas ringan di atas biasanya bukan apa yang dianggap para orangtua sebagai hal/pengalaman yang menarik, tetapi bagi anak usia 5-6 tahun yang belum pernah mengalaminya sebelumnya, hal itu sangat menarik,” kata Paquette.

Kemandirian dan kemampuan penyelesaian masalah adalah pilar dari kesuksesan

Para guru mengatakan bahwa mereka dapat mengetahui anak-anak yang orangtuanya melakukan semuanya untuk anak-anaknya: Pada saat membaca bersama, mereka minta diberitahu bacaannya (kata) dibandingkan ejaan atau suku katanya; atau saat giliran menulis, mereka menunggu huruf apa untuk dituliskan.

What to do: Berikanlah tugas rutin di rumah, seperti membereskan tempat tidurnya, memberi makan binatang peliharaan, atau membawa piring ke tempat cuci piring setelah makan. “Dengan begini, di saat kita mengajarkannya mengenai tugas di kelas (seperti membereskan kembali krayon, dsb) bukanlah hal baru baginya,” kata Paquette.

Ajarkan anak anda untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan permasalah sehari-hari. “Kehidupan sehari-hari anak-anak tidak selalu berjalan mulus — mereka akan menumpahkan susu. Gunakan kesempatan itu untuk mengatakan, “Dapatkah kamu memikirkan cara lain yang dapat kita lakukan supaya susunya tidak tumpah lagi?” kata Sharon Wilkins, penulis buku “Ready for Kindergarten: An Award-Winning Teacher’s Plan to Prepare Your Child for School“. Pada akhirnya, anda tidak hanya memberinya kemandirian dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah tetapi juga keberanian untuk terus mencoba.

Memberikan Anak Anda a Head Start

Dewasa ini, idealnya anak-anak yang akan masuk TK sebaiknya:

Sudah mulai mengenal huruf (huruf besar) dan bagimana bacaannya

Sudah dapat memegang pensil dan gunting (gunting khusus yang aman untuk anak-anak)

Dapat menulis nama depannya atau hanya huruf pertama dari namanya.

Dapat mengenal bentuk-bentuk dasar.

Dapat menghitung dari satu sampai sepuluh dan mengenal angka tersebut.

Menghitung benda dengan benar (balok, krayon, dan lainnya) serta mengenal bahwa angka digunakan untuk mengukur sesuatu (satu sendok gula, panjangnya 3 meter, sebagai contoh)

Mengetahui sebagian besar warna.

Mengerti dan mengetahui kemiripan dan perbedaan (contohnya saat membandingkan huruf atau benda).

Mengetahui bahwa cerita memiliki bagian awal, tengah dan akhir

Jika mereka tidak mengetahui hal-hal tersebut tetapi semangat untuk belajar dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik, mereka semestinya dapat belajar dengan cepat. Tetapi tentunya lebih dini mengetahui hal-hal tersebut akan bermanfaat dikemudian hari. “Anak-anak yang mulai lebih dulu (sudah di depan) cenderung untuk tetap di depan hingga SMU nantinya. Mereka yang telat memulai memiliki kecenderungan untuk tetap ketinggalan,” menurut Savage. Hal ini tidak berarti anda harus memberikan anak-anak tugas yang berat. “Intinya, tujuannya adalah agar anak-anak menyukai menulis dan membaca, dan melihat adanya manfaat dari aktifitas itu,” kata Toni Bickart, co-author “Preschool for Parents“. “Jika anda mengambil kertas dan memintanya menuliskan ‘kucing’, tidak ada tujuan dan manfaat dari hal itu. Tetapi jika anda membuat skenario seolah-olah dia menuliskan pesan yang ditinggalkan ayah saat tadi menelepon ke rumah, ada alasan baginya untuk melakukan aktifitas tersebut.”

What to do: Berikan anak anda banyak kesempatan untuk memotong, menempelkan, menulis dan menggambar. Bantulah dia agar dapat dan terbiasa memegang pensil dan gunting (gunting khusus yang aman untuk anak) dengan benar. Baca, baca dan bacalah …

Pergi berbelanja ke supermarket pun dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya. Jika anda membutuhkan tiga kaleng sup tomat, biarkan anak anda mencoba membantu mencarikannya dan menghitung tiga kaleng.

Mintalah dia untuk membantu anda memisah-misahkan cucian (pakaian). Bahaslah mengenai kemiripan dan perbedaan antara pakaian-pakaian tersebut: Kaus kaki ayah lebih besar; baju kaos ibu bentuknya mirip dengan punya ayah; dan seterusnya.

Mengetahui hal-hal kecil sebelumnya dapat menghilangkan rasa takut

Tahun lalu, keponakan Paquette, Mark sedang menunggu dijemput ibunya di depan sekolah (TK). “Saat dia ke depan sekolah dan melihat barisan mobil penjemput dan ternyata bukan ibunya di paling depan, Mark menjadi takut. Dia tidak menyadari bahwa ibunya harus mengantri dan menunggu gilirannya untuk sampai ke depan sekolah (tempat penjemputan),” kata Paquette.

Seorang anak mungkin saja merasa malu untuk menanyakan dimana meletakkan jas hujan, tas atau kotak makanannya. Ingatkah anda seberapa gugupnya anda pada hari pertama di pekerjaan baru anda? Kalikan itu dengan sejuta dan anda akan memperoleh kegelisahan anak TK saat hari pertama sekolah.

What to do: Sempatkan waktu sebelum sekolah mulai untuk berkeliling gedung sekolah dengan anak anda. Hilangkan kegelisahannya dan berfokus pada area-area dimana dia akan menghabiskan waktunya atau akan digunakannya untuk beraktifitas dengan menanyakan: Dimanakah letak kamar mandi? Apakah dia harus terlebih dahulu meminta ijin untuk ke kamar mandi atau dia dapat langsung keluar? Dimanakah nanti letak kelasnya? Dimanakah nanti tempat dia menunggu untuk dijemput? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Biarkan anak anda mendengarkan seluruh detail-nya. Di rumah, ajarkan dan latihlah anak anda untuk membuka kotak makanannya, tempat minum (thermos), susu kotak dan/atau kantong plastik yang menggunakan zipper agar dia sudah dapat melakukan semua hal tersebut di hari pertamanya di sekolah.

Catatan: Artikel di atas diterjemahkan secara bebas oleh tim babytoybox dari website sebelah. Click di sini untuk ke sumber artikel. [image credit: wakeforestmontessori.com]. Sumber Artikel Terjemahan: babytoyboxonline.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s