Ayo Ikutan Menulis Artikel,..! Tema “KISAH PERJUANGAN MENUJU KAMPUS IDAMAN”

https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/09/sisicinta02.jpgUntuk lebih meningkatkan isi konten blog batasa. Mulai bln November – seterusnya admin batasa akan memposting tulisan dg tema “KISAH PERJUANGAN MENUJU KAMPUS IDAMAN”. Jadi bagi anggota forum batasa, mahasiswa, rekan2 Bidik Misi, para penerima beasiswa dalam dan luar negeri yg sdh lolos d PTN/PTK/PTS yg ingin mengirimkan tulisannya silahkan ya. Tulisan dapat dikirim ke email: anggota_batasa@yahoo.com

Persyaratan:
1. Tulisan Asli karya pribadi. perjuangan menuju kampus idaman mulai dr mencari info-lolos/d trima
2. Panjang tulisan minimal 2 halaman kertas A4 (ukuran huruf arial 11) dan maksimal 5 halaman. Spasi 1,5.
3. Tulisan disertai Foto Pribadi penulis
4. Apabila postingan sudah lebih dr 200 kisah/tulisan. Maka akan d terbitkan dan d cetak dalam sebuah buku.

Nanti admin batasa akan memeriksanya (edit) sesuai dg standar batasa. dan apabila layak untuk d publikasikan, maka tulisan tsb akan d posting d website/blog batasa dengan mencantumkan penulis asli. OK kaka tunggu ya karya tulisannya. 🙂

CONTOH PENULISAN ARTIKELNYA:

Semua kisah ini berawal dari impianku untuk bisa kuliah di Universitas Indonesia. Aku sering membicarakan keinginanku ini kepada teman-teman terdekatku di sekolah. Hampir setiap hari kami bercerita bagaimana nanti jika kami akhirnya bisa kuliah di sana. Ba…nyak hal yang kami perbincangkan; mulai dari tempat kos, rencana membuat band, hingga jurusan yang akan kami tuju.

Akhirnya, bulan-bulan ujian masuk berbagai universitas datang juga. Aku mengikuti tes sebuah universitas negeri terkemuka di Yogyakarta. Dengan persiapan yang minim, aku mengikuti ujian. Hasilnya, aku tidak lulus. Panitia penyelenggara ujian meminta maaf padaku karena ketidaklulusanku. Hatiku sakit, ngilu. Orang tuaku kecewa. Setelah gagal di ujian tersebut, targetku selanjutnya dan yang utama adalah Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI). Akhirnya tiba juga saat ujian SIMAK UI dan aku mengambil jurusan Teknik Metalurgi, Teknologi Bioproses, dan Teknik Perkapalan. Tetap dengan persiapan minim aku mengikuti SIMAK UI. Akhirnya hari pengumuman tiba. Hatiku dag dig dug. Hasilnya, lagi-lagi panitia penyelenggara ujian meminta maaf padaku. MAAF, AFUZA ASYRAF TIDAK LULUS DALAM UJIAN KALI INI. Aku merasa dilemparkan setinggi-tingginya dan dijatuhkan sekeras-kerasnya. Lagi-lagi aku mengecewakan orangtuaku.

Aku masih memiliki kesempatan di Ujian Masuk Bersama (UMB). Entah mengapa di UMB ini aku lagi-lagi mencoba peruntungan di Universitas Indonesia, yaitu jurusan Teknik Metalurgi dan Teknik Perkapalan. Orangtuaku bahkan sempat menentang keinginanku ini dan menyarankan aku untuk mengambil 1 lagi pilihan universitas selain UI dalam UMB kali ini. Tetapi aku tetap bersikeras. Lagi-lagi persiapanku untuk ujian sangat minim. Dengan bermodalkan 20% pengetahuan otak, dan 80% kemampuan menebak jawaban, aku mencoba menjawab hampir semua soal UMB kali ini. Hari pengumuman itu tiba. Badanku lemas ketika muncul kalimat ‘MAAF PESERTA DENGAN NAMA AFUZA ASYRAF TIDAK LULUS PADA UJIAN KALI INI’ di layar monitorku. Selesai sudah. Hanya kalimat itu yang muncul. Tidak lebih. Aku memberitahukan ayahku mengenai hal ini. Mataku berkaca-kaca.

SNMPTN adalah jalan terakhirku untuk bisa kuliah tahun ini. Jika gagal lagi, maka dengan terpaksa aku harus menunggu hingga tahun depan. Aku pun tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti di ujian-ujian sebelumnya, kali ini aku belajar keras. Setiap hari aku membahas soal-soal yang pernah keluar di SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Materi pelajaran yang diberikan di bimbel ku ulangi terus-menerus. Tak lupa berdo’a siang dan malam pada Sang Maha Menentukan. Targetku di SNMPTN kali ini adalah Teknologi Kebumian di salah satu Institut di Jawa Barat dan Teknik Perkapalan UI. Entah kenapa aku selalu memasukkan Jurusan Teknik Perkapalan UI di setiap ujianku.

Ujian SNMPTN tahun ini (2010) dilaksanakan selama 2 hari. Pada hari pertama, dengan persiapan yang cukup, aku berhasil menjawab sebagian besar soal yang diberikan. Hal ini semakin menambah rasa optmisku untuk bisa lulus SNMPTN. Manusia berencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Tiba-tiba aku jatuh sakit. Aku terkena DBD – pada hari kedua SNMPTN. Akhirnya, dengan kondisi tubuh yang lemah, aku memaksakan diri ikut ujian karena inilah jalan terakhirku untuk bisa kuliah tahun ini. Hanya seperempat soal yang bisa kujawab dari keseluruhan soal. Aku pasrah. Harapanku yang melambung tinggi di hari pertama ujian SNMPTN harus terjun bebas di hari kedua.

Malam harinya aku langsung diopname di rumah sakit dan sempat terpikir olehku mengapa Allah memberiku cobaan seperti ini justru di saat aku harus mengikuti ujian SNMPTN? Mama lalu menasihatiku bahwa di setiap kesulitan, Allah pasti akan memberi kemudahan. Nasihat Mama menyadarkanku, aku menjadi malu kepada diriku yang mempertanyakan keputusan-Nya. Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, aku diperbolehkan pulang. Pengumuman SNMPTN masih 3 minggu lagi. Setiap hari, siang dan malam aku berdo’a agar diberi kelulusan oleh Sang Maha Pembuat Keputusan. Aku juga meminta do’a kepada teman-temanku, saudara-saudaraku, bahkan orang yang baru kukenal. Harapanku untuk lulus memang kecil, tetapi apa yang bisa menghalangi jika Dia yang memutuskan? Kau harus tahu bagaimana dahsyatnya kekuatan do’a.

Hari yang ditunggu itu tiba. Tepat hari Jum’at 16 Juli 2010 pukul 18.00 WIB hasil SNMPTN diumumkan. Aku sudah berada di depan layar monitor. Jantungku berdegup kencang. Badanku bergetar. Tubuhku panas dingin. Nafasku terasa memburu. Aku memasukkan nomor ujianku, lalu “Bismillah” kutekan tombol enter. Loading sebentar. Saat-saat yang menegangkan. Lalu muncul tulisan seperti ini

Nama : Afuza Asyraf
Diterima di: Teknik Perkapalan Universitas Indonesia

Aku terdiam sejenak. Tubuhku langsung bergetar hebat. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Tangisku pecah. Aku lulus di UI!!! Semua serasa seperti mimpi. Aku langsung sujud syukur. Tak henti-hentinya bibir ini mengucap takbir. Aku langsung menelepon ayah dan ibuku yg saat itu sedang pergi.

‘As..sa…lamu…’alai..kum Yah’, suaraku bergetar.
‘Wa’alaikumussalam. Kenapa Nak?’ tanya ayahku.
‘Yah, Fuza lu..lus Yah.. Fu..za lu..lus di UI Yah,’ jawabku terbata-bata
‘Lulus di UI Nak?? Alhamdulillah, bangganya Ayah.” jawab ayahku.
Terdengar suara gemerisik sebentar, lalu sebuah suara menyahut
‘Lulus Fuza Nak?? Lulus di UI Nak?? Alhamdulillah, senang kali Mama.” ternyata mamaku langsung merebut handphone dari tangan ayahku.
‘Iya Ma, Fuza lulus Ma,’ jawabku sambil terisak.

Hari itu pun menjadi hari yang indah bagiku.
Teman, sampai saat aku masih sulit untuk percaya bahwa akhirnya aku melanjutkan kuliah di universitas yang menyandang nama bangsa ini. Kau tahu sendiri bagaimana kegagalanku di Yogyakarta, tidak lulus di SIMAK UI, tidak diterima lewat jalur UMB, sampai terkena DBD di hari kedua SNMPTN. Hingga akhirnya aku lulus SNMPTN, gerbong terakhirku untuk bisa kuliah di Universitas Indonesia. Semuanya terasa sangat bermakna, kegagalan-kegagalan yang kulalui di berbagai ujian tidak membuatku menyerah, tetapi menyadarkanku bahwa usaha terbaik akan diberi balasan terbaik dan Allah pasti memiliki rencana yang terbaik untuk kita. Sungguh indah campur tangan Allah terhadap nasib hamba-Nya.
(Afuza Asyraf. Angkatan 2010. Teknik Perkapalan Fakultas Teknik UI. sumber:ayomasukui.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s