Dicari, ‘Bapak Angkat’ untuk Wirausaha Muda!

Sebagai pemula, mahasiswa seringkali mengalami kesulitan ketika memulai bisnis. Peran ‘bapak angkat’ pun menjadi penting dalam pengembangan usaha mereka. Direktur Corporate Banking Mandiri Fransisca N Mok dalam National Lecturer Series Modul Kewirausahaan yang digelar Ditjen Dikti Kemendikbud baru-baru ini mengatakan, bapak angkat berperan membina pengusaha muda. Kehadiran mereka pun menjadi salah satu strategi kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Dengan adanya ‘Bapak Angkat’, pengusaha muda yang mayoritas berasal dari mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dapat meminimalisasi risiko dalam menjalankan usaha baru mereka,” ujar Fransisca seperti dikutip dari situs Kemendikbud, Sabtu (10/12/2011).

Menurut Fransisca, para pengusaha muda dari kalangan kampus ini berperan besar dalam menggerakkan ekonomi negara di berbagai negara maju.

Selain Fransisca, CEO Garuda Food Group Sudhamek AWS juga menyumbangkan pengetahuan dalam kegiatan rutin Ditjen Dikti Kemendikbud tersebut. Menurut Sudhamek, memulai suatu bisnis selalu sulit.

“Butuh ketelitian melihat peluang, keberanian menangkap peluang, dan kemampuan mentransformasi peluang menjadi sesuatu yang nyata,” paparnya.

Sudhamek menilai, kunci sukses suatu usaha adalah ide bisnis yang baik. Ide bisnis, menurutnya, adalah semangat untuk menciptakan yang tidak ada menjadi sesuatu yang luar biasa.

Program kewirausahaan mahasiswa memang tengah gencar digalakkan pemerintah. Bahkan, Ditjen Dikti Kemendikbud ternyata telah merancang desain umum pengembangan budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa/kampus sejak 1997-1999.

Kasubdit Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbud Widyo Winarso menyatakan, Kemendikbud sangat mendukung perkembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, alumni, dan dosen. Tidak hanya melalui pengembangan kurikulum atau kuliah kewirausahaan, dukungan juga diberikan melalui kuliah kerja terpadu, serta program hibah bagi wirausaha baru/muda maupun unit pendukungnya.

“Ke depan, kami harap kurikulum program mahasiswa wirausaha tidak lagi diberikan pada semester akhir, namun dapat diberikan pada semester awal. Bahkan jika perlu diperkenalkaenalan kampus sehingga jiwa wirausaha mahasiswa dapat dikembangkan sejak dini,” ujar Widyo.

Kegiatan yang mengusung tema Langkah Pasti Membangun Negeri ini merupakan hasil kerja sama Ditjen Dikti Kemendikbud dengan Bank Mandiri. National Lecturer Series ini merupakan seri penutup dari empat seri yang digelar. (kampusokezone)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s