Beasiswa Pemerintah Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki beragam beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang bersekolah di dalam maupun luar negeri. Ada empat jenis bea siswa yang dikelola kementerian tersebut, yakni Bidik Misi, Prestasi Akademik, Olimpiade Sains Internasional (OSI), dan Unggulan.

Kecuali OSI yang memang hanya ditujukan bagi siswa SMA yang pernah menjadi juara dalam olimpiade sains tingkat nasional dan internasional, semua mahasiswa bisa mendapatkan formulir pendaftarannya di fakultas masing-masing. Maksudnya, penentu apakah lamaran mahasiswa untuk mendapat beasiswa dikabulkan atau tidak sepenuhnya tergantung penilaian pihak perguruan tinggi.

“Kemdikbud hanya mengirimkan uang yang besarnya sesuai pengajuan pihak universitas. Kami sama sekali tak tahu menahu perihal seleksi untuk penerima beasiswa,” kata Thyar, staf Direktorat Kesiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud beberapa waktu lalu.

Berdasarkan fakta itu ia menepis tuduhan masyarakat bahwa pihak Kemdikbud bisa saja merekayasa penerima beasiswa tersebut. Biaya kuliah langsung ditransfer ke rekening perguruan tinggi tempat si penerima beasiswa berkuliah. Sementara uang buku, biaya hidup dan lainnya langsung di transfer ke rekening mahasiswa bersangkutan.

Dodi Dores (18), mahasiswa jurusan Sastra Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang menjadi salah satu penerima beasiswa Bidik Misi membenarkan keterangan itu. “Saya tidak tahu berapa besar uang kuliah saya, sebab uang langsung dibayarkan ke universitas,” ujar Dodi, lulusan SMA Mester Depok Jawa Barat.

Selain mendapat fasilitas tak membayar biaya pendidikan, Dodi juga menerima uang biaya hidup sekitar Rp 600.000 per bulan.

Ia mengakui uang biaya hidup memang tak cukup untuk hidup sebulan, sebab anak tukang ojek itu tinggal di asrama mahasiswa UI yang bertarip Rp 150.000 sebulan. “Ya uangnya dicukup-cukupkan,” kata Dodi.

Namun, sementara ini ia belum menerima biaya hidup tersebut. Untuk menyambung hidup selain masih meminta uang kepada abangnya yang menjadi buruh serabutan, Dodi juga mengajar di SMA tempat ia sekolah dan menjadi tenaga magang di kantor Ikatan Alumni di fakultasnya.

“Kerja apa saja yang penting bisa makan dan menyempatkan waktu untuk belajar,” katanya.

Selengkapnya tentang beasiswa dan syaratnya dapat dibaca di lembaran Kompas MuDA Harian Kompas edisi Jumat, 9 Desember 2011.(edukasi.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s