Tips Presentasi Mantap, Asyiik dan Inspiratif

Seorang pejabat di sebuah kampus ternama Indonesia bercerita tentang presentasi yang diberikan oleh rektor baru di hadapan Majelis Wali Amanat. Slide presentasinya disiapkan begitu lengkap dan rinci. Setiap Wakil Rektor dan Direktorat dibawahnya kebagian beberapa slide yang menjelaskan operasional kerja masing-masing. Semua harus menyampaikan KPI (Key Performance Indicator) yang detail. Dampaknya slide itu menjadi panjang dan banyak. Banyak pula slide yang berisi teks yang fontnya kecil. Singkatnya: sulit dibaca. Tipe presentasi ini saya sebut “minum obat sambil makan lele”, sudah lambat bertele-tele! J

Dalam bentuk atau kesempatan yang berbeda, mungkin Anda juga pernah mengalami presentasi yang begitu membosankan. Nggak nyambung dan nggak jelas. Hanya saja karena merasa tidak enak dengan pembicaranya, kita tetap di dalam ruangan meskipun agak gelisah. Atau jangan-jangan kita sendiri pernah jadi pelaku utamanya. Model presentasi seperti ini selain mubazir, juga menyiksa pendengarnya. Pakar public speaking Dr. Rhenald Kasali bahkan menyebut presenter seperti ini sudah merampok waktu pendengarnya untuk sesuatu yang kurang berharga.

Saya ingin sedikit berbagi gagasan yang bisa membuat Anda menjadi pembicara yang lebih menarik.

Ada 3 level dari seorang pembicara public. Paling bawah adalah yang berpusat pada dirinya sendiri. Isi presentasinya adalah what I want to say atau what I have to say”. Hal utama yang dipikirkan adalah dirinya. Dia tidak terlalu ambil pusing dengan pendengarnya. Apakah mereka suka atau tidak? Apakah mereka perlu ini atau tidak? Apakah mereka mudah memahaminya atau tidak? Ia tidak memikirkan hal itu. Tipe pembicara seperti ini biasanya “asyik sendiri”. Kadang kita menemukannya ngobrol dengan papan tulis atau layar presentasi atau membaca kertas contekan yang dibawanya. Ia jarang menatap audiencenya. Jika menampilkan slide, yang penting bisa terbaca oleh dirinya sendiri dan sudah mencakup semua yang ingin serta harus ia katakan. Peduli amat ukuran fontnya terlalu kecil sehingga sulit terbaca. Biasanya para public speaker pemula terjangkiti penyakit seperti ini. Anda pasti pernah menemui tipe pembicara pertama ini.

Level kedua adalah pembicara yang berpusat pada pendengarnya. Ia akan mengatakan what they want to hear”. Ia berpikir keras apa yang bisa menarik perhatian pendengarnya? Apa yang bisa membuat mereka senang? Biasanya pembicara seperti ini bisa membuat pendengarnya menikmati saat bersamanya. Ia berbicara dengan luwes, memberikan perhatian dan berinteraksi dengan pendengarnya, bahkan kadang menghibur. Slide presentasinya menarik, penuh gambar dan warna. Kadang diselingi dengan film juga. Asyik kan mendengarkannya? Namun sayangnya, tidak semua yang dikatakannya berisi. Memang para pendengar merasa seru saat di ruangan, namun setelahnya bingung “apa ya yang saya peroleh dari presentasi tadi?” Kalau tujuan utamanya untuk menghibur, gaya presentasi ini memang pas. Namun jika ada hal lain yang perlu difahami oleh para pendengar, maka kita perlu meningkatkan diri ke level selanjutnya.

Paling tinggi adalah pembicara yang berpusat pada pembelajaran. Ia mengakatan what they need to hear”. Ia menghibur sekaligus mencerahkan. Para pendengar akan menikmati presentasinya juga mendapatkan manfaat darinya. Tipe pembicara seperti ini berusaha mengenali siapa dan apa kebutuhan pendengarnya sebelum ia tampil. Ia mencoba berpikir dari sudut pandang pendengar ketika menyiapkan dan menyampaikan presentasinya. Kita pasti kenal para pembicara dengan kualitas seperti ini. Umumnya mereka sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Mereka mampu menguasai dirinya, menghibur para pendengarnya serta sekaligus menebarkan pengaruhnya pada saat bersamaan.

Tentu saja tipologi di atas tidak saklek. Bukan berarti pembicara tipe pertama dan kedua tidak memberikan manfaat sama sekali bagi para pendengarnya. Mungkin ada, namun sulit difahami entah karena penyampaian yang tidak menarik atau justru terlalu banyak bumbu humor sehingga bias. Bukan berarti juga tipe ketiga selalu tampil menghibur. Kadang ia bisa tampil tegas dan serius, namun dibalik itu para pendengarnya merasakan betul bahwa semua ini ada manfaatnya. Bagaimana pun pembicara tipe ketiga adalah yang terbaik. Jika profesi atau peran sosial Anda menuntut banyak melakukan presentasi, maka Anda perlu berproses untuk mencapai level yang tertinggi. Ya, menjadi seorang pembicara yang mantap dengan dirinya sendiri, menyampaikan gagasan dengan asyiik dan mencerahkan para pendengarnya.

Berikut ini beberapa tips praktis yang  bisa membantu kita menjadi pembicara yang lebih baik:

  1. 1.       Ajukan pertanyaan yang tepat. Pikiran kita diarahkan dengan pertanyaan. Ajukan pertanyaan yang mengarahkan pada kebutuhan pendengar. Misalnya: siapa pendengar saya? Berapa banyak yang akan hadir? Apa kepentingan mereka yang terkait dengan tema presentasi? Apa yang butuh mereka ketahui lewat presentasi saya? Dan lain-lain.
  2. 2.       Perbanyak jam terbang. Presentasi adalah keterampilan. Kita akan makin baik melakukannya jika melakukan pengulangan dan latihan. Nah, jika dalam waktu dekat ini ada kesempatan untuk presentasi, sekecil apa pun kesempatan itu, ambil saja. Manfaatkan ini untuk berlatih. Makin sering kita melakukan presentasi, makin mudah kita meningkatkan level kemampuan kita.
  3. 3.       Pelajari teknik public speaking yang baik. Bacalah buku, hadiri berbagai seminar dan pelatihan yang bisa meningkatkan performa Anda. Mungkin Anda perlu belajar teknik bercerita atau menyampaikan humor agar presentasi Anda makin hidup. Mungkin Anda juga perlu mempertimbangkan belajar hypnosis atau NLP agar presentasi Anda lebih mantap. Belajar memanfaatkan berbagai peralatan dan teknologi juga pasti akan membantu presentasi Anda.     

Tentu Anda juga memiliki berbagai tips yang bisa memperbaiki presentasi Anda. Demikian juga sang pejabat kampus yang saya ceritakan di atas. Sebagian sarannya sudah langsung saya masukkan juga di atas. Nah, semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Semoga presentasi Anda makin baik, Anda tampil lebih percaya diri, lebih menarik bagi para audience serta lebih memberikan manfaat yang besar. (grak-smc.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s