Meski Kuliah Dobel Tetap Culmaude

Tidak mudah memperoleh prestasi cumlaude di ITS, dengan waktu belajar hanya 3,5 tahun dari 4 tahun yang disiapkan, apalagi jika itu ditempuh dengan berkuliah di dua perguruan tinggi berbeda. Tapi itulah yang dicatatakan oleh Citra Judith L., mahasiswi Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri ITS yang memperoleh predikat cumlaude pada wisuda yang akan digelar 18/3 mendatang.
Kampus ITS, ITS Online – Mahasiswi yang satu ini memang patut diacungi jempol. Citra Judith L ini menempuh kuliah di dua tempat berbeda, satu di Jurusan Teknik Industri ITS, yang akan mengantarkannya memperoleh predikat cumlaude dengan IPK 3,60 dan satunya lagi di Universitas Airlangga pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi yang kini masih ditempuh enam semester dengan IP 3,70.

Menurut bungsu dari tiga bersaudara pasangan Selamet Sunari dengan Evelin Tirmina ini, keinginannya kuliah di Unair tidak lain awalnya ingin membuktikan kalau dirinya juga mampu kuliah melalui jalur SPMB. “Karena itulah setelah setahun di ITS saya mencoba ikut tes melalui SPMB di Unair dan ternyata diterima, maka saya coba untuk menjalankannya kedua-duanya. Toh antara Jurusan Teknik Industri di ITS dengan Akuntansi di Unair, ternyata saling menunjuang,” katanya.

Kuliah di dua tempat tentunya membutuhkan kemampuan membagi waktu. “Kebetulan di ITS saya ikut program ekstensi, dimana kuliahnya diadakan siang hari, sedang di Uniar program regular melalui jalur SPMB. Jadi tidak ada kendala untuk merangkap kuliah di dua tempat itu,” terang Judith tentang kegiatan perkuliahannya.

Judith pun kemudian menceritakan bahwa ia pernah dihadapkan pada dua pilihan yang amat sulit, ketika diwaktu dan hari yang sama harus menempuh ujian di tempat berbeda, Unair dan ITS. ”Waktu itu saya sudah mencoba minta izin untuk mengulang atau ikut ujian susulan, tapi dosennya sama-sama tidak mengizinkan. Akhirnya saya hanya mengerjakan ujian dalam waktu 15 menit di Unair, kemudian keluar dan ke ITS untuk mengerjakan ujian dan mata kuliah yang lain,” katanya.

Ternyata kemudian kedua-duanya lulus. ”Kebetulan di Unair mata kuliahnya Ekonomi Mikro, soalnya waktu itu pilihan ganda, sehingga bisa mengerjakan dalam waktu 15 menit. Sedang di ITS mata kuliahnya Proses Manufaktur, soalnya esai dan memerlukan waktu cukup lama mengerjakannya,” ungkapnya.

Dikatakan Judith, dengan prestasinya memperoleh predikat lulus cumlaude itu kini ia bisa membuktikan tentang kualitas mahasiswa di jalur ekstensi di ITS. ”Banyak yang menyangsikan nilai dari mahasiswa ekstensi. Tapi kini saya bisa membuktikan kalau mereka yang dijalur ekstensi pun bisa memperoleh cumlaude,” terang gadis kelahiran Gresik, 1 April 1984 ini.

Kini setelah lulus dengan predikat cumlaude, Judith tinggal menunggu kepastian kerja di PT Toyota Motor Manufactur Indonesia. “Tahap wawancara akhir sudah saya lalui, tapi waktu itu pihak HRD-nya menanyakan tentang kapan bisa menyelesaikan kuliah yang di Unair. Mungkin setelah saya lulus dari Unair baru dipanggil untuk bergabung. Harapan saya sih seperti itu, karena kedua ilmu itu, Teknik Industri dan Akuntansi cukup menunjang dikemudian hari,” katanya berharap. (ITS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s