Tips Kuliah di dua tempat

Setelah TA berakhir, timbul pertanyaan besar dalam diriku: What’s next? cari kerja, kelarin kuliah yang satu, or lanjutin S2 di dalam negeri, or nyari beasiswa ke luar? Banyak pertimbangan, dan kesemuanya itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Beberapa hari kemaren, aku bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang mengambil 2 kuliah di tempat berbeda dan aku belajar banyak dari mereka. Sepertinya ini petunjuk dari Tuhan…agar membuka mataku dari kebimbangan yang tiba-tiba menyelimutiku. Sudah dua orang yang nggak sengaja kuajak share colongan.

Sore itu, tidak sengaja aku nebeng dengan bos-ku saat Kerja Praktek yang juga menjadi Ketua Jurusan di Univ B. Seketika aku ingat bahwa ia dahulu kuliah di dua tempat, mengambil jurusan yang berlainan yaitu akuntansi dan senirupa (kalo gak salah) dan Alhamdulillah keduanya kelar walau tidak dalam waktu yang bersamaan. Beberapa pertanyaan ketika itu:

T: Mulai di tahun yang sama?

J: Iya..satu SPMB, satu swasta

T: Bagi waktunya gimana pak?

J: Kan yang satu kuliah sore-malam

T: Lalu pernah cuti?

J:Iya lha.. saat tahun-tahun akhir di Seni Rupa, di tempat satunya cuti… Kalo nggak gitu nanti jadi nggak maksimal, setengah-setengah.

Saat itu aku jadi melihat pada diriku… ucapannya yang terakhir sangat bermakna. Bagaimana dengan diriku?Apakah aku telah maksimal atau setengah-setengah?Jika saja aku cuti di tempat satunya saat ku-TA. Jujur aja.. aku merasa nggak maksimal dengan TA-ku. Contoh yang tidak baik, teman…Namun sudahlah… nggak ada gunanya menyesal. Mudah2an aku tidak menjadi orang yang setengah-setengah di kemudian hari.

Di kesempatan lain aku bertemu dengan salah seorang dosenku di Univ B yang dahulu juga menjalani kuliah di dua tempat. Alhamdulillah aku diizinkan masuk kelasnya (mungkin karena ia juga pernah menjalani kuliah 2). Kemudian pertanyaan yang sama muncul dari bibirku:

T: Dahulu ngambil apa aja pak?

J: Teknologi Pendidikan di Univ B (Negeri), dan Teknik Informatika di Univ Swasta

T: Kelar dua-duanya?

J: Cuma salah satu. Yang di Univ Swasta cuma sampai semester 7. Saat itu tiba-tiba aja ninggalin, hilang begitu saja. Padahal dari univ tersebut dah dipanggil juga.

T: Kenapa nggak diselesaikan?

J: Sebab udah jenuh, capek..cukuplah sudah. Hanya orang-orang yang ’gila’ yang kuliah dua. Dan saya pernah menjadi salah satu dari mereka ketika itu.

Makna dari percakapan itu bagiku adalah bahwa keputusannya menghentikan salah satu kuliahnya merupakan pilihan yang terbaik baginya. Toh walau tidak selesai yang satunya, ilmunya tidak mubazir, sebab hingga kini ia menerapkan dalam pekerjaan sebagai pengembang web, pemerhati pendidikan, dan pendidik. Sedangkan ’gila’ yang ia maksud, bagiku adalah orang yang nggak bisa diam, rasa ingin tahu yang terlalu besar, dan banyak maunya kali ye…

Dalam pikiranku muncul beberapa asumsi:

  1. Kalau ingin kelar dua-duanya, harus siap berkorban. Dari segi waktu, baik mental maupun pikiran. Kesan JENUH harus dihindarkan jauh2.
  2. Kalau kerja dahulu, gw harus siap cuti di univ B, dengan resiko semakin lama gw kelar kuliah. Itu kalo kerjaan dari 9 to 5pm. Sempet ditawarin kerja ma teman di adv tapi yah itu… 9-5 pm peraturannya.N gw nggak mo muna, realistis lha… I need money.
  3. Kalo jadi freelance, harus siap2 bagi waktu antara tugas kuliah n kerjaan.

  4. S2??pengen sih komunikasi or teknologi pendidikan or ngincar nyari beasiswa ke luar dengan rekomendasi.Namun kalo mo ke Jepang, Jerman, or Belanda gw harus benerin bahasa dulu.Akan tetapi lebih baik dari itu semua adalah… gw bukan robot yah.. otak gw perlu istirahat.Ntar dulu deh…(Even my dad pengen banget gw S2…he said” kalo udah kerja ntar keterusan…jadi males kuliah lagi..”)
  5. Ntar sopo yang bantuin n nerusin filateli bokap, kalo gw kelewat sibuk?Padahal keluarga gw nyari makan dari situ…

Berusaha untuk positive thinking…berdo’a…berdo’a dalam kebimbangan… cuma Tuhan yang bisa membantu. (maydina.multiply.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s