Manfaat Mengikuti Pertukaran Pelajar

Berkat kerja sama yang dijalin oleh Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dengan Université de La Rochelle, Prancis, para mahasiswa Unpad berkesempatan merasakan pengalaman menikmati pendidikan di negara asal Menara Eiffel tersebut. 
Meski telah berjalan selama 15 tahun, program ini sempat terhenti beberapa tahun. Akhirnya, pada 2011, program ini kembali dibuka oleh mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unpad angkatan 2008, Ilham Fachriza. Pada Januari-Desember 2011, Ilham mengikuti program tersebut di bidang Ekonomi Internasional.

Jejak Ilham kemudian diikuti oleh lima mahasiswa Sastra Perancis Fasa Unpad angkatan 2008, yaitu Editha Nurida, Danu Alif Alradino, Restu Nurul Aeni, Ahmad Adiyat, dan Sandy Yudha. Mereka mengikuti program pertukaran pelajar itu pada September 2011 hingga Januari lalu. Saat ini, seorang mahasiswa Sastra Perancis angkatan 2008, Khalida, baru berangkat untuk mengikuti program yang sama.

Editha bersama Ilham, Danu, dan Ahmad berbagi cerita mengenai pengalaman mereka merasakan perkuliahan di luar negeri. Editha menjelaskan, program ini bisa diikuti oleh mahasiswa Unpad dari jurusan mana saja. Untuk durasi program, tambahnya, maksimal selama dua semester atau satu tahun.

“Keuntungan mengikuti program ini, nilai kita selama kuliah di sana akan ditransfer ke nilai kita di sini untuk mata kuliah yang sama. Kita juga bebas memilih jurusan dan mata kuliah di sana sesuai dengan minat kita,” ujar Editha seperti dikutip dari laman Unpad, Kamis (9/2/2012).

Ilham menyebutkan, saat ini belum ada batasan kuota atau persyaratan khusus untuk mengikuti program pertukaran pelajar tersebut. Mahasiswa Unpad yang ingin mengikuti program ini, katanya, disarankan menghubungi Kantor Kerja Sama Unpad di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor. “Syarat utama mengikuti program ini hanya memiliki kemampuan berbahasa Perancis yang ditunjukkan melalui sertifikat Bahasa Perancis,” ujar Ilham menambahkan.

Walaupun program ini bisa diikuti mahasiswa dari berbagai semester, Editha menyarankan, sebaiknya mereka yang mengikuti program ini adalah mahasiswa semester empat hingga enam. “Agar kesempatan itu bisa digunakan lebih optimal dan tidak mengganggu program akademik lain, seperti KKN dan persiapan skripsi,” tuturnya.

Berbagai keuntungan mereka dapatkan selama mengikuti program tersebut. Danu mengungkapkan, selain seluruh biaya akademik digratiskan, mereka juga mendapat kursus bahasa Perancis gratis.

Menariknya, selain dapat mempraktikkan langsung kemampuan bahasa Perancis, mereka juga dapat berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia. “Kami jadi mengenal sistem pendidikan, sistem perekonomian, dan kultur masyarakat Perancis. Di sana banyak pengalaman yang menambah wawasan kami,” ujar Danu.

Hal berbeda diungkapkan Ahmad. Dia menuturkan, mereka berkesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa Indonesia disana, khususnya yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis.

Pada kesempatan tersebut, selain Editha dan kawan-kawan hadir pula mahasiswa dari Université de La Rochelle yang mengikuti program pertukaran mahasiswa di Unpad. Dia adalah Dwi Sophiawati Soejitno alias Sophi. Mahasiswa S-2 Ekonomi Université de La Rochelle yang akan mengikuti kuliah di S-2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad. Tidak hanya sendiri, Sophi pun ditemani oleh Fabien Lenesle dan Linh Ngo yang akan kuliah di FEB Unpad dan Bertille Têtenoire yang akan kuliah di Hubungan Internasional FISIP Unpad. Keempatnya akan memulai perkuliahan pada Februari ini.

Sophi, yang berasal dari Kaledonia Baru ini menjelaskan, dia mengambil Jurusan Ekonomi dengan konsentrasi Bahasa Indonesia. Salah satu kewajiban dalam mengambil jurusan ini adalah harus mengikuti program pertukaran mahasiswa dan magang di sebuah perusahaan di Indonesia. Unpad pun dipilihnya untuk program tersebut.

“Kebetulan orangtua saya asli Indonesia, tapi sejak dulu saya sudah tinggal di Kaledonia Baru. Di sana pun banyak orang keturunan Indonesia, bahkan di keluarga saya diajarkan berbicara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Saya juga senang belajar kebudayaan Indonesia, seperti tari-tarian,” tutur Sophi.

Dia mengaku, memiliki ketertarikan untuk mendalami kerja sama Perancis-Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi serta mengembangkan budaya Indonesia. “Kesempatan pertukaran pelajar ini akan saya manfaatkan untuk mempelajari kesenian Indonesia,” katanya. (kampusokezone)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s