PBNU Target Dirikan 10 Kampus di Indonesia

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menargetkan akan mendirikan 10 kampus di Indonesia. “Kami sudah agendakan, beberapa daerah juga sudah kami petakan, seperti di Cirebon, Sumatra Barat, Kalimantan Timur, dan beberapa kota lain,” kata Ketua Umum PBNU Kiai Haji Said Aqil Siraj saat berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Al Mahrusiyah di Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Ahad (15/1).

Said Aqil mengatakan, saat ini sudah ada kampus atau perguruan tinggi (PT) NU yang berdiri, yaitu di Cirebon. Bahkan, pendirian kampus itu relatif cukup cepat, hanya memerlukan waktu sekitar enam bulan.

Ia berharap, kampus yang didirikan NU akan menjamur di seluruh Indonesia. Apalagi pemerintah juga berjanji akan membantu program itu. PBNU, kata dia, berharap dari kampus-kampus itu lahir lima kampus unggulan.

Said juga menyebut, sejumlah negara juga sudah komitmen untuk diajak kerjasama untuk pendirian kampus tersebut, termasuk rencana pertukaran pelajar, seperti dengan negara Turki dan Jerman.

“Nantinya pasti banyak yang membantu, seperti Turki, Jerman. Kami juga ada beberapa program beasiswa yang bekerjasama dengan luar negeri,” katanya.

Ia juga mengatakan, PBNU bukan fokus membantu untuk pendirian kampus saja, melainkan juga pendirian lembaga pendidikan, terutama yang berdiri di pondok pesantren.

Pihaknya juga siap memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga sekolah, terutama yang memiliki SMK di dalam pondok. Bantuan itu sebagai dukungan, agar para siswa juga bisa lebih mendapatkan fasilitas dan lebih terampil. Salah satu pondok yang saat ini masih dalam kajian mendapatkan bantuan anggaran sekitar Rp1,5 miliar itu adalah PP Lirboyo, Kediri.

Ia juga mengapresiasi prestasi para pelajar SMK yang ternyata mampu membuat berbagai macam kendaraan, seperti mobil, mini truk, dan beberapa kendaraan lainnya. Ia bahkan juga sudah memesan khusus untuk digunakannya dalam mendukung aktivitasnya. Hal itu dinilainya sebagai dukungan dan bentuk kecintaan pada produk dalam negeri.

Pendirian kampus NU itu juga didukung pemerintah. Bahkan, Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh menyebut penting adanya kampus-kampus tersebut.

Beberapa alasan yang mendukung di antaranya urusan pendidikan tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja, hingga diharapkan masyarakat mengapresiasi, ikut berpartisipasi untuk membantu pembangunan pendidikan.

Selain itu, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang mengatakan bahwa, pendidikan umum dan keagamaan harus diintegrasikan. (metrotvnews.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s