New Generation, Juara karena Lintas Jurusan

Kehidupan mahasiswa ITS tidak pernah lepas dari dunia keilmiahan. Berbagai prestasi telah ditorehkan lewat aneka karya ilmiah. Begitu pula prestasi yang diraih oleh empat mahasiswa ITS baru-baru ini. Mereka adalah Vicky Wahyu Endriyana, Go Peter Christian T H, Ardhilla Chadarisman, dan Wawan Setyawan. Kecintaan pada bidang keilmiahan mengantarkan mereka menjadi juara Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) di Universitas Indonesia (UI).
Plasa dr Angka, ITS Online – Event tahunan Mechanical Fair UI memang rutin diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tidak terkecuali ITS. Mengangkat tema seputar teknologi dan perkembangannya, berbagai bidang lomba diselenggarakan, termasuk LKTM.

Tahun ini, gelar juara pertama berhasil diraih oleh tim dari ITS. Tim bernama New Generation yang diketuai oleh Vicky, berhasil mengalahkan peserta lainnya dari berbagai perguruan tinggi nasional.

”Ada kepuasan tersendiri bagi kami,” jelas Wawan, mahasiswa Teknik Kelautan. Wawan menambahkan, suatu kebanggaan membawa nama ITS di ajang nasional. Terlebih, timnya meraih juara pertama, diikuti tim lain dari ITS yang meraih juara dua dan tiga.

Diakui Vicky, persiapan mereka terbilang singkat. Ide untuk menulis pun baru muncul lima hari sebelum pengumpulan karya tulis. Vicky dan tim bersyukur karena tanggal batas pengumpulan diundur oleh pihak panitia. Waktu yang tersedia mereka manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data.

”Kebetulan, saya, Wawan, dan Ardhilla saling mengenal,” tambah mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2009. Bersama-sama sebagai peserta beasiswa Karya Salemba 4, membuat mereka mengetahui passionmasing-masing di bidang karya tulis ilmiah. Bermula dari sana, tercetuslah ide untuk menggabungkan gagasan dan menyusun karya tulis ilmiah tersebut.

Sebagai salah satu dari enam tim yang lolos babak penyisihan, tim Vicky mengusung tema Floating Storage Power Plant. Secara garis besar, karya tersebut menjelaskan mengenai optimalisasi energi laut sebagai solusi pemenuhan energi listrik Indonesia Timur dengan memanfaatkan batch dan vortex.

Keunggulan New Generation
Sepintas, tim Vicky tak ubahnya tim lain. Namun, keistimewaan tim ini terletak pada kerjasama yang mereka lakukan. Hal itu pula yang menjadi kunggulan mereka dibanding tim lain pada ajang LKTM UI.

”Tim kami terdiri dari mahasiswa lintas jurusan,” jelas Vicky. Sebenarnya, kompetisi ini identik dengan mahasiswa Teknik Mesin. Namun, Vicky mau menggaet dua anggota lain dari jurusan berbeda untuk menyempurnakan gagasannya.

Perbedaan ini menunjukkan spesifikasi tiap anggota. Sehingga, dalam penulisan karya tulis, pembagian bisa dilakukan dengan jelas. Wawan menangani bidang batch dan fortex serta konstruksi bangunan tengah laut. Sementara Ardhilla menangani kontrol turbin angin dan storage. Vicky fokus pada turbin laut. Lain halnya dengan Peter. Ia mengurusi data statistik dan kajian undang-undang energi dan rencana.

”Kita mampu menampilkan presentasi yang lebih detail,” tambah Ardhilla, mahasiswa Jurusan Teknik Fisika. Perbedaan bidang ilmu masing-masing anggota dimanfaatkan untuk saling melengkapi. Alhasil, karya tulis dan presentasi yang mereka tampilkan di babak final bersifat tepat guna dan visioner berdasarkan penilaian dewan juri.

Harapan Tim untuk Keilmiahan ITS
Vicky dan teman-teman sangat berharap dunia keilmiahan di ITS terus dikembangkan. ”Ada berbagai sarana bagi para mahasiswa untuk berprestasi,” jelas Wawan.

Selain berkiprah di bidang karya tulis, mereka juga ingin menorehkan prestasi di bidang teknologi rekayasa. ”ITS harus meningkatkan penelitian di bidang teknologi rekayasa,” tutur Wawan. Peter menuturkan, kegiatan praktek dan penelitian pun wajib digalakkan di ITS. Harapannya adalah karya tulis mahasiswa tidak hanya berakhir di atas kertas.

Tidak hanya itu, Vicky juga berharap, teknologi terapan hasil karya tulis mahasiswa dapat diaplikasikan untuk masyarakat secara langsung. Dengan demikian, hasil karya tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun desa dan perkampungan sekitar.

Selaras dengan ketiga temannya, Ardhilla berharap bidang-bidang seperti creative design mendapat perhatian dari para mahasiswa. Sebab, potensi dan ide yang luar biasa akan sia-sia bila tidak dituliskan. Tulisan tersebut juga akan menjadi sia-sia bila hanya menjadi tulisan, tanpa ada kelanjutan untuk direalisasikan. (its.ac.id)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s