PTN dan PTS, Mana yang Harus Dipilih ?

Antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), mana yang lebih baik? Mendengar pertanyaan ini, mengingatkan saya tentang bagaimana memilih sebuah baju. Baju warna merah dan baju warna biru dengan model yang sama, mana yang lebih bagus? Ya, setiap orang akan memiliki perspektif berbeda. Ada yang melihat dari warna kesukaan, dari warna kulit yang memakai, atau lainnya. Pertimbangan itu justru sesuatu yang berasal dari luar baju tersebut. Begitu juga dengan PTN dan PTS. Namun perlu dipertegas, bahwa kita juga perlu melihat dari segi kualitas.
Untuk mencari mana yang lebih baik, mari kita lihat secara global.

Bukan sekadar gengsi
 
Ketika seseorang lulus dari SMA, seharusnya mereka memiliki pemikiran yang lebih dewasa dalam memilih. Bukan sekadar gengsi untuk masuk kampus ternama, tetapi lebih didasarkan membaca kemampuan diri. Kita harus bisa memilih di mana passion kita. Ketika seseorang memiliki passiondalam suatu bidang, maka akan mudah untuk menjalani pilihan. Jadi fenomena mahasiswa yangterlalu-cinta-kampus tidak akan terlalu sering muncul.

Tergantung subjeknya

Sederhana saja, yang membuat seseorang berhasil di bangku perkuliahan itu bukan PTN atau PTS-nya, tapi orang itu sendiri. Ketika dia berkuliah di PTS atau PTN yang terbaik sekali pun, namun tidak didukung dengan semangat menuntut ilmu, maka hasilnya akan sama saja. Walaupun sedikit banyak kondisi kampus berpengaruh, namun alasan paling dasar yang menentukan kesuksesan seorang dalam menuntut ilmu adalah bagaimana orang yang menjalani.

Pendidikan yang dikomersialkan
 
Inilah yang sedang hot sekarang. Bagaimana pendidikan sudah mulai diperjualbelikan. Biaya pendidikan sudah semakin tinggi. Hingga muncul istilah pendidikan hanya untuk orang kaya. Ketika dulu PTS dianggap lebih mahal dari PTN, kini istilah tersebut tidak lagi 100 persen benar. Terlalu banyak fakta yang menunjukkan bahwa harga menjulang terjadi di semua sektor pendidikan tanpa memandang apakah itu negeri ataupun swasta. Inilah yang harus menjadi koreksi bersama seluruh rakyat Indonesia, agar pendidikan di Indonesia ini merata dan tidak menimbulkan gap-gap antara si kaya dan si miskin.

Menjadi orang berpendidikan
 
Jika boleh dibilang, inilah yang paling penting. Tidak penting di mana seseorang berkuliah, yang penting adalah ketika bagaimana dia melepas almamater kampusnya. Yaitu bagaimana seseorang benar-benar menjadi orang yang berpendidikan.

Jika melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dari sini bisa dilihat bahwa orang yang berpendidikan adalah orang yang mampu memiliki sikap dan tata laku dewasa setelah mereka menyelesaikan proses pendidikan. Secara gampangnya, di mana saja orang itu kuliah, maka setelah lulus seharusnya orang tersebut memiliki pemikiran yang lebih dewasa dibandingkan saat dia masuk kuliah untuk pertama kali.

Bagaimana kehidupan setelah kuliah
 
Berbicara teori itu mudah, tapi mengaplikasikannya yang masih menjadi tanda tanya. Inilah yang akan dirasakan setelah lulus kuliah. Di bangku perkuliahan, yang sering dipelajari adalah teori. Bahkan ketika belajar teori saja masih sering gagal, apalagi dengan praktiknya.

Berangkat dari pengertian pendidikan pada artian sebelumnya, setelah seseorang lulus kuliah, maka orang tersebut harus mampu mengaplikasikan kemampuan yang dia miliki. Pada saat itu, apakah dia lulusan PTN ataupun PTS tidaklah dipedulikan. Hal terpenting adalah apa yang dikuasai orang tersebut dan seberapa jauh mereka mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Bermanfaat bagi apa pun dan siapa pun
 
Entah berasal dari PTS atau PTN, maka seseorang harus bisa bermanfaat bagi keluarga, orang lain, agama ataupun negara. Ini juga merupakan bukti bahwa seseorang itu benar-benar berpendidikan. Dia harus mampu membuktikan predikat yang disandangnya. Apabila seseorang bertanggung jawab dengan statusnya sebagai orang berpendidikan, maka tidak akan lagi muncul koruptor yang berani memakan uang rakyat. Tidak akan ada lagi kasus yang melibatkan orang yang mengaku berpendidikan.

Bermanfaat di sini bisa dalam berbagai hal. Bisa dalam bentuk pengabdian pada masyarakat, bisa dalam bentuk pemikiran dan penelitian, atau bisa juga dalam bentuk apresiasi sesuai bidang masing-masing.

Jadi PTN dan PTS, mana yang lebih baik ?

Keduanya sama baik. Keduanya akan menjadi pintu penghubung menuju masa depan seseorang. Dan kuncinya ada di tangan masing-masing orang. Masa depan ada di tangan masing-masing.

Untuk para mahasiswa yang sedang memasuki perkuliahan, tidak perlu merasa benci ataupun stres dan minder ketika diterima di kampus yang tidak diinginkan. Mungkin di situlah momen kehidupan akan dimulai. Dan bagi mereka yang belum mendapat kesempatan berkuliah tahun ini, tidak perlu berkecil hati, karena kehidupan nyata merupakan bangku kuliah bagi kita semua.

Uzi Wildan
IT Telkom
Kader KAMMI Bandung. Sumber: kampusokezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s