Tips Sukses Kerja Kelompok

Bisa dikatakan, setiap mata kuliah akan mengharuskan kita mengerjakan tugas secara berkelompok. Terkadang, kita malas kerja kelompok, apalagi jika anggota kelompok kita tidak bisa diandalkan. Padahal, dosen kita punya maksud baik dengan memberikan tugas kelompok. Kita dilatih untuk mengembangkan kemampuan memimpin dan bekerja sama dalam tim.

Masa-masa menjelang ujian akhir semester (UAS) ini biasanya penuh dengan berbagai tugas kelompok. Nah, agar kamu berhasil “bertahan” dan sukses dalam mengerjakan tugas kelompok, coba praktikkan tujuh kiat berikut, seperti dinukil dari USA Today College, Jumat (25/5/2012).

Pilih anggota kelompok dengan bijak

Jika sang dosen mempersilakanmu memilih sendiri anggota kelompokmu, pertimbangkan baik-baik siapa yang ingin kamu ajak bekerjasama. Jika kamu tahu bahwa temanmu memiliki jadwal kuliah yang padat, mengikuti magang di sebuah kantor dan beberapa kegiatan ekstrakurikuler, maka ini menunjukkan bahwa dia mungkin bukan partner kerja yang baik; dengan asumsi, dia tidak akan menjadikan tugas kelompokmu sebagai prioritas.

Jika kamu tidak mengenal teman-teman sekelasmu, kamu bisa mencari informasi tentang mereka dengan melihat akun Facebook si teman atau ngobrol dengan teman lain yang mungkin mengenalnya.

Temukan pola komunikasi terbaik 

Kamu sudah punya kelompok. Sebelum mulai bekerja, ada baiknya kamu menentukan pola komunikasi seperti apa yang akan efektif untuk timmu. Kalian bisa saling update perkembangan proyek melalui berbagai saluran seperti pertemuan langsung, telefon, email, maupun mailing list. 

Kamu juga bisa memanfaatkan akun email tertentu yang memiliki fasilitas share dokumen sekaligus memungkinkan semua anggota tim mengeditnya langsung secara simultan. Cara ini juga akan mengefisienkan rapat kelompok.

Apa pun bentuk komunikasi yang kamu pilih, pastikan tiap orang dalam kelompokmu memiliki daftar lengkap anggota tim berisi nama lengkap, nomor pokok mahasiswa (NPM), alamat email, nomor telefon, bahkan akun Twitter mereka.

Tetapkan jadwal kerja dan deadline

Sekarang saatnya menentukan tanggung jawab tiap anggota tim, lengkap dengan tenggat waktu yang harus mereka penuhi. Kamu perlu juga membuat time table untuk memastikan tiap anggota tim berkontribusi sesuai tugas mereka. Pengisian time table ini memungkinkan kelompokmu solid, sekaligus memberi kesempatan pada mereka untuk mendiskusikan kesulitan atau ide-ide.

Sementara, deadline dimaksudkan untuk menentukan prioritas apa saja yang perlu diselesaikan lebih dahulu. Deadline lebih awal juga membantumu mengeliminasi kepanikan karena menyelesaikan pekerjaan pada menit-menit terakhir. Tips lainnya, tuliskan semua tanggung jawab dan deadlineanggota kelompok untuk menghindari kebingungan.

Jadilah pemimpin 

Jangan takut untuk menonjol dan menjadi ketua kelompok. Jika kamu “terjebak” dengan anggota tim yang pemalas dan pembangkang, maka inilah saatnya bagimu untuk meningkatkan kemampuan memimpinmu.

Tetapi perlu diingat, menjadi pemimpin bukan berarti kamu mengerjakan semuanya seorang diri, tugasmu adalah memastikan semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Pemimpin juga memfasilitasi komunikasi yang baik antara anggota tim dan memastikan semua pekerjaan pada jalurnya.

Jika kamu menjadi pemimpin kelompok, tetaplah buka pikiranmu dan dengarkan semua opini anggota kelompok. Pemimpin terbaik dapat menemukan kompromi yang dapat disetujui semua anak buahnya.

Beri jeda waktu dengan deadline sebenarnya

Kamu perlu mengantisipasi berbagai halangan yang mungkin terjadi; anggota kelompokmu sakit, dokumen kerja terhapus, atau anggota tim tidak bertanggung jawab atas tugasnya. Salah satu caranya adalah dengan menetapkan deadline lebih awal dari yang ditetapkan dosenmu.

Cara ini akan memberikan kelompokmu memilik waktu luang untuk sedikit rileks. Dengan begitu, kamu pun bisa menyelesaikan berbagai masalah dan kekacauan sebelum deadline dari dosenmu tiba.

Jangan takut minta tolong dosen

Meminta pertolongan bukan berarti menunjukkan kelemahan. Hal ini justru membuktikan bahwa kamu peduli dengan hasil pekerjaanmu dan bersedia mencari alternatif untuk mendulang sukses.

Jika hipotesa penelitianmu salah atau salah satu anggota kelompokmu berulah, kamu bisa bertanya pada dosenmu tentang apa yang bisa kamu lakukan selanjutnya. Sebagai pengajar, seorang dosen penuh dengan bimbingan yang dapat kamu gunakan untuk maju.

Tetap berpikir positif

Meskipun waktumu banyak tersita ketika mengerjakan tugas dan didera stres berkepanjangan, kerja kelompok sebenarnya memberimu gambaran bagaimana dunia kerja nyata yang akan kamu hadapi nanti. Dengan tetap berpikiran positif, kamu akan memberikan dirimu kesempatan untuk belajar yang terbaik dalam setiap proyek dan kemudian mengaplikasikannya dalam dunia nyata. (kampus.okezone.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s