Udah Jadi Mahasiswa Baru..Tinggal di Mana? Ini Tipsnya

Beberapa hari lagi, hasil Ujian Tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan diumumkan. Jika kamu lulus di kampus luar kota, tentu kamu harus segera mencari tempat tinggal.  Selain ngekos, pilihan apa lagi yang kamu punya? Yuk kita ulik bersama. 

Asrama Kampus

Banyak kampus kini menyediakan asrama untuk mahasiswanya. Bahkan, Institut Pertanian Bogor (IPB) mewajibkan mahasiswa tahun pertama untuk tinggal di asrama dan mengikuti pembinaan dari kampus. Kewajiban tinggal di asrama kampus juga akan kamu rasakan jika kamu diterima sebagai mahasiswa perguruan tinggi kedinasan.

Dengan tinggal di asrama kampus, kamu biasanya tidak akan dibebankan biaya sewa yang terlalu tinggi. Biaya sewa ini juga bisa ditanggung dengan teman sekamarmu.

Tidak hanya kampus, asrama untuk mahasiswa juga disediakan oleh para pemerintah daerah. Biasanya, hanya mahasiswa asli dari daerah tertentu yang boleh tinggal di asrama ini.

Nilai tambah tinggal di asrama adalah akan ada pengurus asrama yang siap sedia 24 jam. Komplek asrama juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari jasa laundry, jaringan internet atau warnet, jasa fotokopi, kafe, hingga toserba 24 jam.

Tetapi, kamu harus ingat, tinggal di asrama akan menggembleng disiplinmu karena peraturan yang diterapkan cukup ketat.

Sewa Rumah 

Jika kamu lulus di kampus yang sama dengan teman-teman satu sekolah, kamu bisa juga mencoba menyewa rumah. Seperti asrama, biaya kontrak atau sewa rumah bisa kamu tanggung bersama teman-teman serumahmu.

Hal yang perlu kamu ingat ketika menyewa rumah adalah kamu akan bertanggung jawab penuh atas segala hal di rumahmu seperti kebersihan dan keamanan. Kamu juga harus mengatur dan membayar tagihan listrik dan air sendiri.

Asyiknya dari menyewa rumah adalah, kamu dapat belajar lebih mandiri dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Tidak heran, rumah kontrakan memang biasanya membaur dengan rumah-rumah para penduduk asli.

Kos 

Tidak jauh berbeda dengan menyewa rumah, tinggal di rumah kos juga akan melatihmu disiplin, setidaknya untuk kamarmu sendiri. Kamu akan belajar mengatur kebersihan dan kerapihan kamar, keamanan, serta mengatur pemakaian uang bulanan dan alat-alat listrik yang kamu bawa.

Kamu bisa memilih kamar kos yang lengkap dengan semua fasilitas yang kamu butuhkan, mulai dari furnitur hingga layanan internet dan jasa binatu. Ada juga kamar kos sederhana dengan fasilitas yang tidak terlalu lengkap.

Tetapi ingat, semakin lengkap fasilitas dan semakin strategis lokasinya, biasanya harga sewa kamar kos semakin mahal. Jadi, pertimbangkanlah kebutuhan dan kemampuan kocekmu ketika memilih kamar kos.

Rumah saudara 

Banyak juga mahasiswa rantau yang tinggal di rumah saudara. Cara ini cukup efisien menghemat pengeluaran bulanan atau tahunanmu karena kamu enggak harus bayar uang sewa.

Meski demikian, ketika tinggal di rumah saudara, kamu perlu untuk memperhatikan “aturan main” di rumah tersebut. Kamu perlu tahu jam berapa batas maksimalmu sampai rumah, bolehkah menerima teman lawan jenis, bolehkah menerima teman menginap, dan sebagainya.

Nilai lebih dari pilihan ini adalah orangtuamu akan merasa lebih tenang karena akan ada yang menjaga dan memperhatikanmu. Kamu juga bisa menjadi lebih dekat dengan saudara yang menampungmu itu. Apalagi jika di rumah itu juga ada saudaramu yang kuliah, kamu bisa belajar bareng, kan?

Komuter 

Menjadi mahasiswa komuter biasa dilakukan mereka yang tinggal tidak terlalu jauh dari kampus. Misalnya, mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) dari Bandung setiap hari pergi ke kampus mereka di Jatinangor.

Tentu saja, tidak ada yang mengalahkan kenyamanan tinggal di rumah sendiri. Belum lagi kamu tidak perlu pusing memikirkan biaya kos dan tagihan bulanan lainnya.

Enggak enaknya, kadang kamu akan merasa enggak bebas. Karena masih tinggal dengan orangtua, maka kamu kerap kali akan merasa rikuh jika harus sering pulang malam akibat tuntutan kerja kelompok atau aktivitas kampus lainnya.

Tetapi, ada juga mahasiswa yang dapat menempuh kampus pulang-pergi memilih untuk ngekos. Kebanyakan mereka memutuskan ngekos karena kelelahan menjadi mahasiswa komuter.

Apa pun pilihanmu, perhatikan berbagai hal lain di luar komponen biaya. Coba pertimbangkan kesibukan kuliah di program studi yang kamu pilih, termasuk mata kuliah praktikum yang harus kamu ikuti. Pertimbangkan juga rencanamu berorganisasi dan atau bekerja sambilan. Hal-hal ini bisa kamu jadikan dasar memilih hunian di tempat baru, baik dari segi jarak, fasilitas, dan biaya yang harus kamu keluarkan.

Langkah selanjutnya adalah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pastikan hunian pilihanmu akan membuatmu kerasan seperti di rumah. Selamat merantau. (kampus.okezone.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s