Ospek, Harus Ikutkah?

Mahasiswa baru tak afdol rasanya jika tidak melewati masa ospek. Ya, sebab ospek adalah sebuah kegiatan perkenalan kampus untuk mahasiswa baru.  Kegiatan ini biasanya identik dengan kegiatan yang menantang mental, seperti rambut dikuncir, pakai kaos kaki yang bukan pasangannya, diminta untuk melakukan hal yang lucu. Ospek sebenarnya sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan dan tidak akan terlupakan. Bertemu teman baru, berkenalan dengan dunia kampus, tercakup dalam kegiatan ini.

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS JBSI), Annisa (18) menjelaskan, Ospek di UNJ biasa disebut dengan Masa Pengenalan Akademik (MPA). Sebutan MPA ini agar terlihat lebih “halus” dan berbeda. “Karena sebutan ospek sudah tidak bersahabat di telinga masyarakat,” ujar dia kepada Okezone, Jumat (13/7/2012).

Mahasiswa yang baru memasuki dunia kampus tentu harus memiliki mental yang tangguh agar tidak kaget saat memasuki dunia perkuliahan. Tetapi adakalanya, ospek justru malah menjadi polemik, karena stigmanya penuh dengan kekerasan.

Menurut mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Jurusan Kriminologi, Dani Satria (20), Ospek itu tradisi yang sudah tersistem menjadi kultur kampus. Dari yang awalnya esensi ospek sebagai pengenalam kampus. Kemudian, ospek menjadi hal yang wajib. Namun, soal nama tidak lagi menjadi ospek, namun ada berbagai macam nama sesuai dengan kebijakan universitas. “Misalnya, di UI, sebutan adalah Orientasi Kehidupan Kampus (OKK),” Dani mengimbuhkan.

Di UI, OKK merupakan agenda pengenalan kampus yang sifatnya wajib bagi mahasiwa baru, baik jenjang S1 maupun D3. “Di dalam kegiatan OKK nanti akan terdapat serangkaian acara yang menarik dan diberikan kepada kamu, sebagai bekal untuk menjalani kegiatan di kampus tercinta ini. Akan banyak pengalaman yang akan kalian dapatkan dan juga rasakan,” demikian dikutip dari laman OKK UI 2012.

Ospek bisa dijadikan acuan sebagai orientasi kehidupan di kampus impian. Tetapi di sisi lain, ospek justru bisa menimbulkan kecemasan. Mengapa demikian? Karena ada saja senior yang masih “nakal” dengan mengalih fungsikan kegiatan ospek ini sebagai suatu moment balas dendam. Inilah masalah yang sering mencuat kepermukaan, sehingga kata ospek ini seringkali menakutkan terutama bagi mahasiswa baru.

Untuk itu, diperlukan keterlibatan pihak universitas dalam mengontrol jalannya ospek sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Bagi senior diharapkan juga tetap mematuhi aturan main agar terjadi harmonisasi antara kakak dan adik. Salam menjalankan momen tidak terlupakan ini. (kampus.okezone.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s