Bahagia Markasan, Pengayuh Becak yang Anaknya Lolos Masuk UI

Bahagia tak dapat disembunyikan oleh pasangan Markasan (55) dan Kasiati (50), suami istri yang berdiam di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Markasan berprofesi sebagai pengayuh becak dan istrinya seorang buruh cuci. 

Markasan, tukang becak asal Kota Pasuruan yang mengantarkan keberangkatan anaknya, Mukhammad Sokhi ke stasiun untuk berangkat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Kebahagiaan mereka bukan karena mendapatkan harta berlimpah, melainkan melihat keberhasilan putra ketiganya, Mukhammad Sokhi (18), yang lolos masuk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ya, meski dalam kesederhanaan, mereka bahagia karena putranya tetap bisa berprestasi.

Sokhi yang dikenal sebagai remaja sederhana memang memiliki segudang prestasi sejak kecil. Ia pun tak menyangka, impiannya kuliah di Fakultas Hukum UI akan terwujud melalui SNMPTN jalur undangan. Sokhi terjaring melalui program Bidik Misi 2012.

“Sedangkan cita-cita saya ingin menjadi anggota KPK dan memerangi tindak korupsi di Indonesia,” ujar Sokhi, Rabu (25/7/2012).

Bagi Sokhi, hasil yang didapatnya merupakan buah keseriusan dan ketekunannya dalam belajar. Hal ini, menurut dia, menjadi modal besar untuk melanjutkan pendidikan. Kehidupan yang dijalani hanyalah sederhana. Uang saku pun tak pernah berlebih, katanya.

“Ya, seperti diketahui, ayah dan ibu saya tukang becak dan tukang cuci. Tapi, berkat doa orangtua, menjadikan saya lebih bersemangat untuk berprestasi,” ujarnya.

Saat Kompas.com mendatangi rumahnya, di ruang tamu banyak sertifikat prestasi yang sudah diraihnya. Selama duduk di SD Negeri Bakalan, Sokhi sudah menunjukkan prestasi dengan menjuarai berbagai lomba. Di antaranya juara I Lomba Pidato se-Kota Pasuruan. Adapun, saat bersekolah di SMP Negeri 8 Pasuruan, ia juga kerap memenangi berbagai lomba pidato.

Puncaknya, saat duduk di bangku SMA Negeri 10, Sokhi mendapatkan beasiswa dari sebuah perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Selain itu, dia juga menyumbangkan juara I Lomba Pidato UUD 1945 dan Tap MPR se-Kota Malang, juara I Lomba Karya Tulis se-Jatim, juara III Lomba Pidato Koperasi se-Jatim, Juara II Fun Video Challenge via Youtube, serta juara I Lomba Pidato Koperasi tingkat nasional.

“Dari kecil, saya suka sekali ngomong. Dalam arti, suka berbicara di depan umum. Alhamdulillah beberapa kali saya menjadi pemenang lomba pidato karena saya tahu kalau saya mampu di bidang itu,” kata Sokhi sembari merangkul kedua orangtuanya.

Sementara Markasan mengatakan, ia hanya dapat mendoakan yang terbaik bagi putra bungsunya itu.

“Semoga Sokhi berhasil dan sukses serta bisa membuat kami bangga. Amin,” harap Markasan. (edukasi.kompas.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s