Bermodalkan Donat, Hendra Jadi Mapres Nasional

Kehidupan sebagai pembuat dan penjual donat dilakoni Hendra Kwik selama empat tahun berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Meski julukan “Mas-Mas Tukang Donat” melekat pada diri mahasiswa Teknik Kimia tersebut, Hendra tidak malu, dan malah giat mencatatkan prestasi.

Setelah mengukuhkan diri sebagai pemenang Ganesha Prize di kampusnya, Hendra mengukir namanya sebagai juara III Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat nasional 2012. Helatan pemilihan Mapres tingkat nasional sendiri rutin digelar Ditjen Dikti Kemendikbud. Setiap tahun, ajang ini mencari mahasiswa berprestasi yang menjadi wakil kampus-kampus negeri dari penjuru Indonesia.

Hendra Kwik. (Foto: dok. ITB) Bagi Hendra, kedua orangtua menjadi inspirasi terbesar dalam kegigihannya mencetak berbagai prestasi. Terlebih ketika mengingat semasa SMA, penggemar basket ini tidak mencatatkan prestasi yang baik sehingga tidak mampu meraih beasiswa di jurusan Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) bonafide. Padahal, tanpa beasiswa, biaya pendidikan di kampus itu sangat mahal.

“Orangtua saya sampai rela menjual mas kawin mereka untuk membayar biaya tersebut. Tapi karena tidak tega, maka saya putuskan harus diterima dan mendapat beasiswa di kampus lain. Akhirnya saya berhasil masuk ITB,” kata Hendra, seperti disitat dari laman ITB, Selasa (28/8/2012).

Menerima beasiswa tidak berarti membuat Hendra berleha-leha. Sehari-hari, dia melakoni pekerjaan sampingan membuat dan menjual donat di kampusnya. Bahkan, cowok kelahiran Jambi, 15 September 1990 ini dapat membeli laptop dari hasil keuntungannya menjual donat.

“Saya membeli laptop yang masih saya pakai sampai sekarang ini pada 2010 dari hasil menjual puluhan ribu donat. Waktu itu, harga laptop ini Rp5,5 juta,” imbuhnya.

Mahasiswa angkatan 2008 ini mengaku, pengalaman menjadi mahasiwa sekaligus tukang donat adalah pengalaman termanisnya selama di ITB. Dia menegaskan, tidak merasa rendah diri melakoni “profesi sampingannya” itu meski di kampus candaan dari teman-temannya selalu bersinggungan dengan “donat”.

“Ada teman yang bilang, ‘Tukang donat jadi mapres.'” kenangnya sambil tergelak.

Tidak hanya Mapres, Hendra juga baru saja diterima sebagai peserta program International Mobility dari salah satu perusaan jasa minyak dan gas bumi internasional. Bagi Hendra, faktor pendorong lain yang memengaruhi hasrat untuk berprestasi adalah kegemarannya membaca biografi para tokoh sukses. Dua tokohg favoritnya adalah Betti Alisjahbana dan Chairul Tanjung. Dengan membaca biografi orang sukses dan berprestasi, kata Hendra, kita pun akan memiliki semangat berprestasi.

Meski begitu, Hendra tidak pernah bergerak sendiri dalam upaya mencetak prestasi dan menjadi yang terbaik. Dia selalu berusaha mengajak orang lain di sekitarnya.  “Saya tidak ingin maju sendiri, saya ingin maju bersama mereka,” tuturnya mantap. (kampus.okezone.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s