Usaha + Doa + Tawakkal = Terbaik | Sebuah Perjuangan Mendapatkan Bangku Kuliah

(Hadiatullah, Anggota Forum BATASA. Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Brawijaya) “Hidup Adalah Perjuangan” itulah kata mutiara yang selalu diselipkan tatkala ku mulai goyah untuk menatap masa depan, karna benar hidup itu tidak mudah, butuh perjuangan yang sangat besar untuk menggapai semua mimpi yang telah terlukiskan, Saya, Hadiatullah adalah seorang yang selalu berusaha siap menghadapi cobaan, baik yang besar maupun yang kecil karena dari sebuah masalah kita akan mengetahui seberapa besar kemampuan kita dalam menghadapinya dan memecahkannya serta dapat belajar dari semua kesalahan untuk membuat batu loncatan di masa depan.

Tak pernah terfikirkan sebelumnya, sekarang saya sudah menyandang predikat “Mahasiswa”  di sebuah Universitas ternama di jawa timur tepatnya Universitas Brawijaya, tidak mudah untuk menjadi Mahasiswa  dan mengeyam pendidikan di bangku perkuliahan Apalagi dengan kedaan ekonomi yang kurang memadai, begitu panjang dan dahsyatnya perjuangan hingga mencapai hasil ini, Universitas Brawijaya merupakan unversitas yang saya impikan pertama kali ketika saya masih duduk di kelas 3 SMP , tidak begitu faham alasannya kenapa secara spontan saya tertarik untuk Kuliah di universitas yang berdomisili di daerah Malang ini, namun setelah beberapa tahun kemudian ketertarikan ini pupus dibawa angin lalu, karena saya menghabiskan masa pendidikan di dunia pesantern 6 tahun lamanya tepatnya di pesantren Al-Amien Prenduan Madura ketertarikan saya mulai mengarah untuk melanjutkan study ke Negara timur tengah tepatnya di “Islamic University of Medina” yang ada di Madinah, Arab Saudi.

Karena Background pesantren saya adalah tempat menghafal Al-Quran dimana Hafalan Al-Qur’an merupakan syarat utama untuk mengikuti test “Muqobalah” atau Tes wawancara langsung dengan “Masyayikh” atau syekh dari Arab. Setelah saya lulus dari pesantren tahun 2011 saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti “Muqobalah” ini tetapi kondisi saya pada waktu itu baru melewati masa recovery pasca operasi pengangkatan platina , namun karena “Islamic University Of Medina” telah mendoktrin fikiran ku waktu itu sehingga saya tidak terlalu memfikirkan kondisiku , langsung saya mepersiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan bersama teman-teman seperjuangan saya “Iqbal Hidayat,Mushoffan Nashiri, Alfarobi, dan Moh Shidqi” di Pesantren, banyak firasat yang tidak nyaman ketika mempersiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan mulai dari pendaftaran online yang sering gagal dan adanya mimpi buruk yang selalu datang, namun pada Akhirnya semuanya selesai dan siap untuk mengikuti ujian tersebut di PondPest Darussalam,Gontor,Ponorogo.

Sesampainya di Gontor kami langsung menuju guest house yang telah disiapkan bagi peserta ujian, namun jadwal ujian  selalu tidak pasti sehingga membuat kami bingung , selalu ada alasan dari panitia ketika kami ingin menemui syekh untuk mengikuti ujian entah dari alasan syekhnya istirahat ataupun syekhnya lagi keluar sehingga sehari setelah tinggal disana kami memutuskan untuk jalan-jalan mengitari pondpest terbesar yang ada di Indonesia ini, namun hal buruk tiba-tiba menimpa saya, ketika berada di sebuah warung dekat pondpest, kaki saya sakit dan ketika ku paksakan untuk berjalan tiba-tiba patah lagi, betapa shocknya hati saya waktu itu karena harus mengalami patah tulang kedua kalinya setelah setahun sebelumnya patah tulang karena kecalakaan kendaraan, teman-teman saya panik serta iba melihat kondisi saya waktu itu,  hati saya berkecamuk memfikirkan masa depan yang saya kira sudah gelap.

Setelah kecelakaan itu, saya pun harus kembali menjalani operasi pemasangan platina dengan menggunakan Asuransi Keluarga Miskin , keluarga adalah motivator berharga yang saya miliki, walaupun ayah saya meninggal ketika duduk di kelas 2 SMA disebabkan penyakit liver, tetapi saya mempunyai sesosok ibu yang sangat sabar dan telaten dalam merawat saya , beliau selalu menemani ku selama bedrest, “di, saya gak punya uang untuk mebiayai kamu untuk kuliah” begitu kesah beliau selalu, namun saya memahami kondisi beliau yang memang tidak mempunyai penghasilan banyak dan hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, beaya saya di pesantren pun itu karena beasiswa prestasi dan sumbangan dari paman dan bibi saya, walaupun dalam bidang ekonomi saya kurang namun saya sangat mensyukuri keadaan ini karena dari hal ini saya belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu butuh perjuangan dan pengorbanan, ketika masa-masa pemulihan saya mulai memfikirkan bagaimana bisa kuliah tanpa ada pengeluaran dari orangtua, tak lama kemudian saya mendapatkan asuransi kecacatan dari jasaraharja sejumlah 6.250.000 rupiah yang saya gunakan untuk biaya chek up selama pemulihan, dari dana itu pula saya gunakan untuk membeli sebuah notebool HP seharga 2.500.000 rupiah beserta modemnya, dari fasilitas ini saya mulai mencari-cari informasi beasiswa mulai dari beasiswa Qur’an maupun Beasiswa prestasi tidak mampu, semua macam beasiswa kucoba untuk mengirim berkas-berkasnya mulai dari beasiswa kedokteran di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta(UMY), beasiwa di Universitas Paramadina Jakarta, Beasiswa Etos Surabaya, PPAN (pertukaran pelajar antar Negara), Beasiswa Kedokteran di Sudan, dan Beasiswa Bidik Misi.

Keadaan ini adalah pembeda dengan yang lain sehingga saya selalu memotivasi diri untuk mencapai cita-cita saya untuk kuliah. Untuk Beasiswa kedokteran di UMY , saya gagal dikarenakan adanya Misundurstanding informasi yang saya dapatkan sehingga saya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud, sedangkan untuk seleksi pertukaran pelajar antar Negara 2012 (PPAN 2012) saya lolos memasuki tahap administrasi dan mengikuti tes tulis namun saya gagal di tahap ini, disisi lain walaupun saya gagal tetapi masih ada rasa senang karena bisa mendapat kesempatan mengikuti seleksi ini yang notabeneya diikuti oleh para Mahasiswa dan guru. Beasiswa di universitas Paramadina saya gagal yang tidak saya ketahui penyebabnya, Selain itu juga, untuk beasiswa etos Surabaya saya  lolos, namun ketika tahap interview saya memundurkan diri karena saya ada harapan yang sangat besar untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi.

Semua informasi Masalah beasiswa saya informasikan kepada teman-teman saya yang masih menjalani program pengabdian di pesantren maupun luar pesantren, khususnya masalah Beasiswa BidikMisi karena tahun 2012 adalah tahun pertama dimana sekolah saya mendaftarkan siswanya untuk mendapatkan beasiswa BidikMisi, saya adalah salah satu alumni yang mengurusi administrasi selama pendaftaran bidikmisi sehingga saya yang mengajukan teman-teman saya ketika mereka mau mendftar beasiswa ini. “sebaik-baiknya Manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya” itulah kata bijak yang selalu saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari apalagi masalah pendidikan, karena pendidikan adalah asset masa depan bagi setiap orang. Ada sekitar 15 orang termasuk saya yang mendaftar Bidikmisi dari sekolah saya SMA TAHFIDH AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP MADURA. Karena kamu lulusan 2011, sehingga kami hanya bisa ikut Bidik Misi jalur SNMPTN tulis, segala macam persiapan sebelum SNMPTN tulis saya persiapkan sebaik mungkin.

Satu bulan sebelum Snmptn saya mendapatkan undangan dari Dinas pemuda dan olahraga jawa timur untuk mengikuti test interview menjadi Liaoson Officer (LO) di Asean School Games yang kebetulan akan diselenggarakan dua bulan setelah interview, karena undangan itu langsung saya berangkat ke Surabaya untuk mengikuti interview  yang berisi tentang cultural proficiency .setelah interview selesai saya kembali lagi ke rumah untuk melanjutkan intensive learning, ketika mendaftar SNMPTN tulis, sebenarnya tidak ada pemikiran yang terlalu panjang untuk memilih suatu universitas, seketika itu saya memilih jurusan pendidikan dokter di Universitas Airlangga sebagai pilihan pertama, dan jurusan Biologi Universitas Brawijaya sebagai pilihan kedua.

Selain mengajukan Bidik Misi jalur SNMPTN Tulis , saya juga mengajukan Bidik Misi jalur SPMB-PTAIN dimana saya memilih Jurusan Kimia dan Jurusan Biologi di Universitas Islam Negeri Malang  sebagai pilihan pertama dan kedua, mendekati ujian SNMPTN yang diadakan tanggal 12-13 juni dan SPMB-PTAIN tanggal 19 juni, langsung saya menghubungi teman saya yang berdomisili di Surabaya, dan Alhamdulillah teman saya “Aulia el-haq” dengan senang hati bisa menyediakan tempat tinggal selama SNMPTN yang kebetulan dekat denga ITS yang menjadi tempat ujian saya, ketika menginap dirumahnya ada beberapa tawaran kerja untuk menjadi guru di Surabaya, namun saya meng “iya” kan apabila saya lulus di Universitas Airlangga. Setelah SNMPTN selesai , langsung saya menghubungi teman yang berdomisili di Malang, dan Alhamdulillah teman saya “Rahmat Fatah Fauzi” siap menerima dan mempersiapkan akomodasi selama  mengikuti ujian SPMB-PTAIN di UIN Malang.

Tak terasa sudah 10 hari saya berkelana untuk mengikuti berbagai macam tes untuk masuk kuliah dan menjadi mahasiswa, dan saatnya untuk kembali ke kampong halaman, sesampainya di rumah saya mendapatkan email dari DISPORA bahwa saya berhasil lulus interview dan layak untuk menjadi Liaison Officer (LO) sehingga saya harus mengikuti pelatihan dan menjadi LO, sehari dirumah, langsung saya berangkat ke Surabaya untuk mengikuti pelatihan tersebut, sehari setelah pelatihan. Saya mendapatkan amanah untuk menjadi LO Negara Brunei Darussalam untuk Cabang Olahraga Pencak Silat. Asean School Games (ASG) adalah even olahraga se-Asia Tenggara yang diselenggarakan tiap tahun dan pesertanya adalah pelajar, dan tahun 2012 diselenggarakan di indonesia  dan Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumahnya. Berhari-hari saya habiskan waktu saya bersama para athelete pencak silat Brunei Darussalam beserta manajerialnya sehingga terjalin rasa persaudaraan yang erat antara kami, karena asyiknya menjadi LO sampai saya lupa bahwa penutupan ASG itu adalah pengunguman SNMPTN , namun pada waktu itu teman-teman saya banyak yang menghubungi untuk melihatkankan apakah saya lulus atau tidak, tetapi saya menolak untuk dilihatkan, disisi lain saya ragu untuk mengechek hasil SNMPTN, sehingga saya memutuskan untuk melihat pengungumannya sehari setelah hari-H pengunguman SNMPTN itu tepatnya ketika saya sudah ada di rumah, tangan saya gemetar ketika memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir sebelum saya memencet tombol “Enter” saya dahulukan untuk membaca surat “Al-fatihah” terlebih dahulu, dan betapa senangnya ketika hasil sudah keluar dan dinyatakan bahwa saya “LULUS” di  jurusan Biologi Universitas Brawijaya.

Puas sekaligus senang , perjuangan saya telah menorehkan hasil , langsung saya informasikan kepada ibuku yang baru mengajar dari madrasah “ emmak engkok lulus neng malang “ yang artinya “bu saya lulus di Malang” , beliau hanya tersenyum dan terucap syukur, karena saya bisa melanjutkan kuliah , walaupun saya lulus di pilihan kedua namun saya bersyukur dan  yakin ini adalah yang terbaik yang telah direncanakan oleh Allah kepada saya,  satu  minggu setelah pengunguman SNMPTN , pengunguman SPMB-PTAIN pun juga diumumin namun tidak setegang pada waktu ngechek pengunguman SNMPTN walaupun saya “Tidak LULUS” di SPMB-PTAIN,  dengan ini menambah keyakinan ku bahwa Hasil Di SNMPTN memang hasil yang terbaik yang telah direncanakan oleh Allah kepada saya, setelah itu saya mulai mempersiapkan berkas untuk melengkapi  berkas-berkas Bidik Misi seperti , surat keterangan Miskin dari Kepala Desa, dan berkas-berkas yang lainnya, tepat seminggu setelah itu saya ke Malang untuk melakukan daftar ulang di Universitas Brawijaya.

Sungguh saya tidak pernah berkunjung ke Universitas Brawijaya sebelumnya melainkan hanya melewatinya saja, tempat daftar ulang pun saya tidak tahu dimana letaknya, yang saya tahu nama gedungnya adalah “Samantha Krida” , dengan susah payah saya mencari gedung itu bersama teman saya “Mufizul Haque” yang kebetulan juga lulus di Universitas Brawijaya jurusan manajemen, dan akhirnya gedung itu kita temukan, Walaupun harus kembali di hari berikutnya karena jumlah Mahasiswa Baru yang melakukan Daftar ulang hari itu cukup banyak, besoknya, saya kembali lagi ke gedung “Samantha Krida” untuk melakukan daftar Ulang, sengaja saya datang lebih awal agar bisa cepat menyelesaikan proses daftar ulang, tepat jam 12.00 siang saya sudah menyelesaikan proses daftar ulang itu, namun ternyata saya harus menunggu lagi untuk mendapatkan kepastian apakah saya layak untuk mendapatkan Beasiswa Bidik Misi atau Tidak, untuk menguatkan diri, selalu saya memotivasi diri “ Jika Bidik Misi itu yang terbaik buat saya, maka saya yakin mendapatkannya” dan itu telah saya buktikan , akhirnya saya juga lulus mendapatkan beasiswa Bidik Misi itu, dan sekarang saya telah Resmi menjadi Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Brawijaya penerima Beasiswa Bidik Misi.

Amanah Negara ini tidak akan saya lalaikan, Negara telah percaya kepada saya dengan memberikan beasiswa ini, maka saya harus jauh lebih memberikan kontribusi yang sangat membanggakan kepada Negara tercinta Indonesia. Dan saya ucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah menemani saya selama perjuangan ini, khususnya ke pa ibu tercinta “Musrifah” , kaka saya “Fahrur Rosi” yang telah membantu saya selama mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan, adik saya “Layli Musarrofah” , paman saya “ Abi  dan Aba “ , bibi saya “ Umi” , yang selalu memberi motivasi pencerahan  dan masuka-masuka positif selama ini, Sepupu saya “ Nurul Layli” yang selalu memudahkan segala urusan saya, dan semua keluarga yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, ustadz-ustadz yang telah ikhlas mendoakan saya ,serta teman-teman sepejuangan yang selalu menemani saya dan menghibur. “ Insya Allah saya akan terus berprestasi dengan selalu memegang teguh hafalan Al-Qur’an yang telah saya hafal” . Amiinnn.(forum.batasa.com)

                                                                            Malang, 15 November 2012

                                                    Hadiatullah, Anggota Forum BATASA

                                                         Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s