Perkembangan Beasiswa Bidik Misi dari Tahun ke Tahun

Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada admin Forum BATASA dan Bimbel BATASA seputar Beasiswa Kuliah khususnya Beasiswa Bidik Misi yang sudah dibuka sejak tahun 2010 lalu. Salahsatu pertanyaannya adalah seputar perkembangan Bidik Misi seperti Perbedaan Uang Bulanan, Kuota, Jumlah yang daftar, dan PTN penyelenggara Beasiswa Bidik Misi.

Bagi adik-adik Anggota BATASA yang pengen mendapatkan informasi seputar perkembangan Beasiswa Bidik Misi, di bawah ini adalah artikel seputar perkembangan Beasiswa Bidik Misi dari Tahun ke Tahun. Semoga bermanfaat. 🙂

Sejak tahun 2010, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Dikti telah meluncurkan program beasiswa kurang mampu untuk mahasiswa seluruh Indonesia yang dikenal dengan beasiswa Bidikmisi.

Dalam lamannya, Kementerian ini menyebut Bidikmisi sebagai program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Adapun perguruan tinggi yang mendapat bantuan Bidikmisi adalah perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.

Bidikmisi yang merupakan program afirmatif Kemdikbud secara konstitusional memperoleh payung hukum melalui Undang-Undang No 12 Tahun 2012. Program ini mewajibkan alokasi anggaran minimal 20 persen untuk penerimaan mahasiswa baru yang berasal dari keluarga tidak mampu

Pada tahun 2011 mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah menjadi 30.000 di 117 perguruan tinggi negeri dengan adanya tambahan anggaran dari APBN-Perubahan.

Pada tahun 2012, Bidikmisi dilanjutkan dan bertambah jumlahnya menjadi 30.000 calon mahasiswa penerima yang diselenggarakan di 87 perguruan tinggi negeri dibawah Kemdikbud dan program Bidikmisi yang dikelola oleh Kementerian Agama.

Berdasarkan data Dikti, tahun 2012 tercatat ada 164 PTS yang mendaftar untuk mengikuti Bidikmisi. Namun jumlah penerima Bidikmisi lebih banyak, yakni 261 PTN/PTS dan menempatkan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai penerima terbanyak (1750 mahasiswa).

Berturut-turut setelah Unnes adalah Universitas Brawijaya (1575), Universitas Gadjah Mada (1102), Universitas Negeri Yogyakarta dan Institut Pertanian Bogor (masing-masing 1100), Universitas Negeri Malang (1080), Universitas Pendidikan Indonesia (1075), Universitas Hasanudin dan Universitas JEmber (masing-masing-masing 1050), dan Universitas Sebelas Maret (1020).

Bagi penerima beasiswa Bidikmisi akan mendapatkan bantuan biaya hidup minimal sebesar Rp 600.000/bulan. Jumlah ini disesuaikan dengan indeks kemahalan tiap daerah. Bantuan biaya hidup diberikan pada awal periode penyaluran sebesar besarnya 3 bulan.

Selain itu, penerima Bidikmisi juga mendapatkan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola oleh PT untuk kepentingan penerima sebanyak banyaknya Rp 400.000/bulan. Bantuan ini dimaksudkan untuk membebaskan biaya pendidikan masing masing PT.

Untuk tahun 2013, pendaftaran calon penerima Bidikmisi telah ditutup pada 11 Maret lalu. Namun, pendaftaran sekolah dalam program Bidikmisi 2013 masih terbuka hingga bulan Agustus 2013.

Pada suatu kesempatan di UNS Surakarta, Senin (11/3) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh berjanji untuk memperluas jangkauan beasiswa Bidikmisi. Jangkauan itu diperuntukkan bagi pendidikan profesi kedokteran, dan kependidikan.

M. Nuh menyatakan sebanyak Rp 1,4 triliun anggaran akan disediakan untuk beasiswa Bidikmisi bagi 91.400-an mahasiswa tidak mampu di tahun 2013 ini. Anggaran tersebut lebih besar dari tahun lalu, dikarenakan sebagian anggaran tersebut disiapkan bagi mahasiswa kedokteran dan pendidikan guru agar bisa kuliah sampai menjadi seorang dokter, atau pengajar.

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Unnes, Sucipto Hadi Purnomo mencatat secara keseluruhan ada 5.350 penerima Bidikmisi dengan jumlah 3.600 penerima berasal dari angkatan 2010-2012, serta calon mahasiswa baru 2013 sebanyak 1.750 mahasiswa. Jumlah penerima sebanyak 1.750 ini setara dengan 27 persen dari total mahasiswa baru yang akan diterima.

Meskipun beasiswa ini bersifat full study, namun Sucipto mengingatkan bahwa beasiswa ini dibatasi sampai delapan semester saja.

Data menunjukkan bahwa meskipun kuota Bidikmisi bagi Unnes tahun 2013 sebanyak 1.750, namun saat ini calon mahasiswa baru yang sudah mengajukan Bidikmisi hampir mencapai 12 ribu pendaftar. Sementara jumlah pendaftar mahasiswa baru secara keseluruhan mencapai hampir 100 ribu orang.

Tingginya kepercayaan Pemerintah dengan memberikan kuota besar pada Unnes dijawab oleh Rektor Unnes Sudijono Sastroatmodjo disebabkan oleh karena pihaknya terus mengajukan penambahan kuota, penyalurannya yang akuntabel, dan tepat sasaran. Bahkan Unnes mempunyai tim survei yang diterjunkan langsung mendatangi tiap rumah calon penerima Bidikmisi. Survei langsung ini untuk menelisik sejauh mana kemiskinan yang dialami pemohon, mulai dari kondisi rumah sampai penghasilan dan kebutuhan orang tua. (kabarsemarang.com)

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan untuk dishare melalui facebook, twitter, google plus, SMS, dan perangkat jejaring lainnya ke temen-temen, adik kelas, keluarga, dan lainnya. Salam Pendidikan 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s