Tips Persiapan Anak Masuk Sekolah (Bagian 1)

Halo Sobat Bunda, memasuki Tahun Ajaran baru sekolah mungkin diantara Bunda ada yang masih harap-harap cemas karena minimnya pengetahuan seputar persiapan anak masuk sekolah. Oleh karena itu, disini Bimbel BATASA mau bagi-bagi tips seputar persiapan anak masuk sekolah. Tips ini akan dibagi beberapa bagian. Yuk Kita simak Tips bagian Pertama.

Tips Anak Sekolah

Umumnya, para orangtua mulai sibuk mengurus berbagai keperluan sekolah anak bila Tahun Pelajaran yang baru telah tiba, terutama saat pertama kali anak akan bersekolah. Misalnya, mencari referensi sekolah yang bagus, membeli perlengkapan sekolah (alat tulis, baju, tas), dan lain-lain. Hal tersebut memang baik. Namun, setiap orangtua perlu merenungkan satu pertanyaan, yaitu apakah mental anak sudah dipersiapkan untuk masuk sekolah?

Sebaiknya persiapan mental anak tidak diabaikan. Mempersiapkan mental anak sebelum masuk sekolah sangatlah penting. Hal ini akan menolong anak untuk merasa senang, nyaman, dan lebih percaya diri menyambut hari pertama mereka di sekolah. Selain itu, juga dapat melatih anak untuk tidak merasa cemas saat berpisah dari orangtua serta berani bertemu dengan orang-orang baru di lingkungan sekolah nanti.

Apabila mental anak kurang dipersiapkan, maka tak jarang orangtua akan menghadapi respons anak yang cenderung selalu menangis, enggan masuk kelas, malu, takut dan rewel saat hendak ke sekolah. Anak menampilkan perilaku tersebut mungkin tidak hanya di hari pertama, tetapi bahkan sampai di hari-hari berikutnya. Sudah tentu orangtua akan merasa frustrasi menanggapi perilaku yang demikian.

Secara umum, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan anak prasekolah memiliki perilaku seperti yang telah dipaparkan di atas:

  1. Perilaku anak saat berada di lingkungan baru sangat beraneka ragam. Sekolah merupakan lingkungan yang baru bagi anak. Ada anak yang cukup mudah beradaptasi, ada juga yang membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa beradaptasi. Jika sebelumnya anak tidak memiliki banyak pengalaman bergaul dengan teman sebayanya ataupun dengan orang baru, bisa jadi ia akan kesulitan beradaptasi di lingkungan sekolah nantinya.
  2. Oleh karena anak sangat dekat dengan orangtua, anak merasa cemas saat harus berpisah dari orangtua. Bertemu dengan orang baru atau yang dianggap asing oleh anak bisa jadi merupakan pengalaman yang cukup menegangkan bagi anak. Hal ini membuat anak sulit melebur dengan orang lain, misalnya guru dan teman-teman baru. Karena itu, anak merasa lebih nyaman berada di dekat orang-orang yang ia kenal, yaitu keluarganya (lingkungan rumah).

Ada beberapa tips di bawah ini yang mungkin dapat menolong orangtua dalam menghadapi masalah tersebut, yaitu:

  • Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Orangtua dapat melatih anak agar memiliki rasa PD saat bertemu dengan orang baru. Orangtua ataupun orang-orang terdekat anak dapat membantunya agar lebih nyaman berinteraksi dengan orang baru. Peran orangtua dan orang-orang terdekat anak adalah sebagai jembatan bagi anak untuk berinteraksi dengan orang-orang baru. Sebagai contoh, ketika anak bertemu dengan orang baru, maka ayah atau ibu dapat memulai dengan berinteraksi terlebih dahulu, kemudian mengajak anak untuk terlibat, misalnya dengan meminta anak memberi salam dan berjabat tangan dengan orang-orang baru tersebut.

Kehadiran ayah atau ibu di sana akan membuat anak merasa nyaman. Selain itu, sering-seringlah mengajak anak berinteraksi dengan orang lain. Anda dapat mengajaknya berkunjung ke rumah saudara, bermain ke rumah tetangga, melakukan kegiatan bersama dengan anak di sekitar rumah, ataupun menghadiri pesta ulang tahun teman sebaya. Semakin banyak interaksi sosial yang ia lakukan, maka semakin terlatih pula anak beradaptasi dengan lingkungan baru.

  • Melatih Kemandirian Anak

Orangtua perlu melatih anak agar mandiri dan lebih siap melakukan segala kegiatan di sekolah tanpa ditemani oleh orangtua. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, yaitu:

  • Mendorong anak untuk sedia mengeksplorasi dan beraktivitas di luar rumah tanpa ditemani orangtua. Misalnya, saat anak melakukan kegiatan, anak bisa ditemani oleh kakek atau nenek, om atau tante ataupun pengasuh.
  • Orangtua dapat membiasakan anak saat di rumah untuk bisa bermain sendiri tanpa harus ditemani oleh pengasuh maupun anggota keluarga yang lain. Meskipun anak dibiasakan bermain sendirian, anak tetap harus dalam pengawasan orang dewasa yang ada di rumah. Hal ini sangat menolong anak saat berada di sekolah, anak akan terbiasa bermain atau melakukan kegiatan seorang diri tanpa harus ditemani terus-menerus oleh guru.
  • Latih anak agar berani menyampaikan keinginannya atau apa yang sedang dirasakannya, baik kepada orangtua maupun anggota keluarga yang lain. Misalnya, keinginan anak untuk buang air besar ataupun buang air kecil, saat merasa lapar dan haus, saat ada teman yang menyakiti dirinya, dan lain-lain. Hal ini menolongnya untuk berani memberitahu guru tentang keinginannya saat di sekolah nanti.
  • Sebaiknya orangtua juga melakukan toilet training (melatih penggunaan toilet) pada anak agar anak tidak mengompol di kelas. Melalui toilet training, anak ditolong untuk mampu buang air besar dan kecil pada tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga dapat melatih anak untuk mengontrol keinginannya untuk buang air besar maupun buang air kecil. Hal ini sangat menolong anak sehingga proses belajar anak di sekolah tidak terganggu.
  • Mengenalkan Sekolah pada Anak
  • Ajak anak untuk mengenal dan melihat calon sekolahnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah. Misalnya, saat acara Open Houseberlangsung. Orangtua dapat mengenalkan anak pada calon gurunya, berjalan-jalan di sekitar taman sekolah, melihat kelas, duduk di kursi kelas, melihat kantin dan toilet. Hal ini akan menolong anak memiliki gambaran tentang keadaan sekolahnya.

Selain itu, bila anak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan calon sekolahnya, orangtua juga dapat berkonsultasi dengan kepala sekolah agar anak diberi lebih banyak waktu serta kesempatan untuk mengenal calon sekolah.

  • Khusus untuk TK, Sekolah Kristen IPEKA mengadakan trial class (kelas uji coba) beberapa bulan sebelum memulai Tahun Pelajaran baru. Sangat baik bila orangtua menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkan dan mempersiapkan anak masuk sekolah.
  • Orangtua juga dapat mengajak anak bermain sekolah-sekolahan (roleplay). Melalui permainan ini, anak dapat mengenal kegiatan apa saja yang akan dilakukan anak selama di sekolah. Misalnya, mewarnai, menggambar, menulis, berbaris, bermain, dan lain-lain.
  • Membangun Suasana yang Menyenangkan tentang Sekolah
  • Ceritakan hal-hal positif dan menarik tentang sekolah. Misalnya, dengan membacakan buku-buku cerita tentang anak-anak yang pertama kali masuk sekolah, atau buku tentang anak-anak yang senang dengan sekolah.
  • Saat anak sudah mulai sekolah, bangunlah suasana yang menyenangkan tentang sekolah. Sangat baik bila ayah dan ibu bekerja sama melakukan hal tersebut. Misalnya, saat bangun pagi, bangunkan anak dengan puppet (boneka) dengan berkata, “Pagiii… Yukkk bangun… hari sudah terang.”

Sewaktu mengantar anak pergi ke sekolah, bangunlah suasana yang menarik bagi anak. Misalnya, ceritakan pengalaman waktu orangtua masuk sekolah dulu ketika masih kecil. Ketika anak pulang sekolah, sambutlah dengan hangat dan tanyakan apa yang dia rasakan serta lakukan selama di sekolah. Hal ini untuk menunjukkan pada buah hati bahwa Anda pun peduli dengan apa yang dilaluinya selama bersekolah.

  • Berikan penghargaan atau kata-kata positif (apresiasi) kepada anak apabila anak mau melakukan kegiatan apa saja yang berhubungan dengan sekolah. Penghargaan tidak perlu dalam bentuk materi, tapi juga bisa dengan memberikan pelukan, ciuman, usapan di kepala, acungan jempol, atau juga pujian yang relevan.

Sumber: ipeka.org | Oleh: Rina Novita Wijayanti, S.Th., M.K.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s