Ayo Berlibur Sambil Belajar

Liburan telah tiba, wah asyik ya? Karena kalau liburan itu kita dapat pergi kemana saja kita mau. Kita dapat berlibur ke rumah nenek, bertamasya ke tempat wisata serta ke tempat-tempat lain yang kita inginkan. Sehingga tak jarang bagi kita untuk menantikan masa tersebut.

boneca-part-2

Sebagai orang tua kadang galau memikirkan putra putrinya untuk kemana liburan semester dan liburan panjang, mau kemana dan mau diisi aktivitas apa, saatnya liburan di isi yang aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.

Liburan itu penting dilakukan lho, karena kita butuh liburan setelah belajar. Hal tersebut dilakukan supaya pikiran kita kembali segar sehingga pada saat masuk sekolah kembali, kita dapat mulai belajar dengan semangat. Dengan berlibur juga dapat menghilangkan kejenuhan pada diri anak, dengan keluar dari rutinitas yang membelenggu. Mengisi waktu liburan dengan berbagai kegiatan yang bersifat positif itu perlu dilakukan. Hal tersebut dikarenakan supaya anak tidak tegang dalam menjalani masa-masa kecilnya.

Liburan identik dengan tidak sekolah. Dan, liburan identik pula dengan berwisata. Pola pikir sederhana ini paling sering hinggap di kepala anak. Jadinya tak heran bila buah hati secara tak langsung berharap orangtua untuk merencanakan liburan yang paling berkesan. Sebagai orangtua, tentu saja sulit mengelak permintaan buah hati. Apalagi sayang juga jika membiarkan mereka mengisi liburan tanpa ada aktivitas yang bermakna. Nah, di sinilah perlunya memutar otak bagaimana mengisi liburan dengan cara kreatif dan edukatif. Dan yang tak kalah penting tetap menyenangkan.

Liburan kreatif dan edukatif. Ya, itulah dua hal yang mesti ditekankan. Terlebih lagi, mengasah kreativitas dan mendidik anak tak hanya harus dilakukan di sekolah saja, tapi juga di mana saja dan kapan saja. Termasuk di kala liburan. Belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Belajar dapat dilakukan dengan melihat, mendengarkan, membaca, menyentuh, membaui, bergerak, berbicara, bertindak, berinteraksi, merefleksi, dan bahkan dengan bermain. Belajar juga dapat dilakukan di setiap waktu baik pagi, siang, sore, maupun malam. Pendek kata kapan saja, dimana saja anak-anak dapat belajar.

Orang tua memegang peranan penting untuk mengarahkan bagaimana menghabiskan liburan, karena saat berlibur tidak hanya senang-senang saja, namun juga usahakan dari acara liburan dapat menambah pengetahuan serta wawasan sang anak dan menjadikan ajang tersebut sebagai sarana untuk belajar dan menggali pengetahuan.

Sehingga bagi orang tua yang memiliki putra putri yang belum dapat menentukan tempat mana yang diminati, maka sebagai orang tua harus kreatif dalam menentukan tempat wisata tersebut. Pilih tempat rekreasi yang dapat merangsang anak untuk dapat menambah pengetahuan. Mengisi waktu liburan dengan kegiatan bermanfaat dan mendidik bisa dilakukan dengan beragam cara tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Liburan itu tidak harus menghabiskan biaya besar. Banyak yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu liburan tanpa harus mengeluarkan uang banyak. Mungkin sebagai contoh adalah mengajak anak lebih dekat dengan alam, misalnya mengajak mereka pergi memancing, mengajak anak berkemah di alam terbuka, mengajak mereka bercocok tanam, bagi yang neneknya mempunyai kebun bisa mengajak anaknya pergi ke kebun nenek disitu banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan seperti memetik sahang, mencari biji karet, menanam sayuran. Atau melakukan perjalanan darat dengan kendaraan dan singgah di kawasan-kawasan yang menyajikan panorama alam yang indah atau pergi ke pantai serta ketempat-tempat lain yang sekiranya tidak mengeluarkan uang yang banyak. Bagi anaknya yang mempunyai hobi melukis bisa mengajak anaknya ke tempat wisata yang mempunyai panorama yang indah untuk menyalurkan hobinya, sambil bertamasya.

Orang tua juga dapat memilih arena outbound sebagai alternative tempat wisata, karena selain menambah wawasan dan pengetahuan, dalam outbound banyak ditemui permainan yang mengundang tantangan yang dapat melatih keberanian anak. Jadi liburan tetap dapat dilakukan walaupun orang tua tidak mempunyai uang yang banyak, karena banyak sekali alternative liburan yang menyenangkan yang dapat dilakukan anak-anak walaupun dengan biaya yang minim. Liburan tidak harus selalu bepergian jauh ke luar kota atau bahkan ada yang sampai pergi ke luar negeri, bermain-main di lingkungan sekitar rumah pun dapat dijadikan sarana untuk berlibur.

Dunia anak itu kan dunia bermain, maka usahakan dalam anak belajar pun sambil bermain. Aktivitas bermain itulah sesungguhnya yang merupakan sarana belajar anak, artinya anak-anak belajar melalui kegiatan bermain.

Di zaman teknologi yang berkembang sangat pesat sekarang ini, anak-anak lebih sering berinteraksi dengan hand phone, gadget, komputer, tab, televisi, dan barang-barang elektronik lainnya. Mereka betah menghabiskan berjam-jam waktunya untuk melototi game-game yang terdapat didalamnya. Barang-barang penanda kemajuan zaman itu bisa mengisolasikan anak-anak dari kesenangan menjelajahi alam, berinteraksi social dengan teman-temannya. Belum lagi aktivitas belajar-mengajar di sekolah kadang juga membatasi anak bergaul dengan alam. Padahal menurut Dewey pengalaman dalam belajar tampak ketika anak memiliki kesempatan untuk beraktivitas fisik yang menggerakan mereka untuk bermain. Dengan demikian belajar akan terjadi jika anak terlibat secara aktif dan mengambil bagian dari setiap tahap kegiatan. Hal ini dapat anak-anak lakukan dimana saja, kapan saja terutama pada momen liburan seperti sekarang ini.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan Richard Louv. Dalam bukunya Last Child in The Woods: Saving Our Children from Nature-Deficit Disorder, Richard menulis betapa kehidupan anak yang jauh dengan alam akan merugikan kesehatan fisik, mental, dan menghambat kreativitas. Kondisi ini disebutnya sebagai Nature Deficit Disorder alias gangguan defisit alam. Untuk itu, marilah orang tua mengajak anaknya berlibur dengan merencanakan liburan yang kreatif, edukatif dan yang pastinya selain berlibur sambil belajar tetap harus menyenangkan.

Sambil berlibur, orang tua juga dapat menyisipkan pesan-pesan moral untuk menanamkan sikap-sikap positif, seperti mensyukuri kebesaran Tuhan yang telah menciptakan alam yang indah, menjaga kelestarian alam, membuang sampah pada tempatnya, bersikap sportif pada saat bermain dengan teman, mengajarkan tolong menolong, mengajarkan untuk berbagi dengan saudara, dan masih banyak lagi sikap-sikap positip lainnya. Selain membangun karakter anak, dengan berlibur orang tua juga secara langsung mengajarkan anak secara kontekstual, karena anak-anak mengalami langsung. Semua panca indera anak-anak aktif. Anak-anak melihat, memegang, meraba, membau, merasa, mendengar. Sebagai contoh, misalkan orang tua mengajak anaknya ke kebun nenek memetik sahang. Sambil beraktivitas, anak-anak akan mengetahui bentuk batang sahang seperti apa, buahnya bagaimana, cara memetiknya bagaimana, prosesnya seperti apa. Dengan mengalami langsung anak-anak belajar.

Pada dasarnya hakekat dari liburan tersebut, bukan kemana kita pergi berlibur namun pada dasarnya liburan itu yang penting dapat menyenangkan. Selain itu dengan berlibur atau piknik juga dapat menambah kedekatan antara anggota keluarga. Jika hari-hari biasa kita pada disibukkan dengan pekerjaan masing-masing maka pada momen liburan tersebut dapat dijadikan sebagai ajang untuk mendekatkan diri antar keluarga.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo buruan kita semua berlibur sambil belajar. Selamat berlibur ya… Semoga liburannya kali ini menyenangkan.

Sumber: kompasiana.com | oleh: Nurul Usrotun Hasanah, SE, M.Pd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s