Tips Memilih Sarana Pergaulan Anak

Peran orang tua sangat mendukung potensi dan akhlak anak dalam menuju masa depan. Namun, sekarang banyak orang tua yang mengabaikan perannya untuk anak. Memilih sarana pergaulan anak menjadi fase yang sangat krusial dalam membentuk kepribadian mereka. Sebagaimana yang kita ketahui, pergaulan yang mencakup lingkungan dan teman-teman adalah salah satu pembentuk kepribadian anak.

Menurut psikolog dari lembaga psikologi Terapan (LPT) Universitas Indonesia Nisfie MH Salanto, orang tua harus mengetahui dengan siapa anak remajanya berteman dan apa saja yang biasa dilakukannya dengan teman-temannya tersebut. Namun orang tua harus mampu menjaga dirinya agar tidak bersikap over protective dan bertindak berlebihan, yang malahan akan menghancurkan relasi anak dan orang tua. Jika berada di lingkungan yang baik dengan teman-teman yang baik, anak akan tumbuh menjadi sosok yang baik pula. Lalu, bagaimana caranya memilih pergaulan anak sekaligus membiasakan anak memilih pergaulan yang baik ?

1. Memilih sekolah
Selain rumah, sekolah menjadi tempat pergaulan utama ketika anak sudah menginjak usia siap sekolah. Untuk itu, orang tua harus pintar dalam menyeleksi sekolah dengan lingkungan pergaulan yang baik. Hal ini bisa dilakukan dengan mengamati kualitas sekolah serta cerita-cerita seputarnya.

2. Ciptakan suasana rumah yang nyaman
Rumah adalah tempat pertama anak akan bergaul, baik dengan orangtuanya, saudaranya, kakek-nenek, serta anggota keluarga yang lain. Karena itu, usahakan sebisa mungkin untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman untuk anak agar ia betah berada di rumah. Selain itu, tanamkan nilai-nilai positif pergaulan dalam diri sang anak sebagai fondasi dasar kelak saat ia berbaur dengan masyarakat di luar rumah. Jika anak telah dibekali dengan dasar pergaulan yang baik, tentu akan lebih mudah bagi kita dan baginya untuk memilih mana pergaulan yang baik dan yang tidak.

3. Membiasakan anak selektif dalam menyerap masukan dari luar
Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati pergaulan dan teman-teman si anak, tanpa bermaksud melarang anak bergaul dengan orang tertentu. Bantulah anak memilih pergaulan yang baik dengan menasehatinya tentang norma dan nilai sosial. Misalnya, sampaikan hal-hal yang baik dan tidak dari teman-teman atau lingkungan pergaulan sang anak. Ini akan membuat anak lebih cepat mempelajari cara memilih pergaulan.

4. Mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan yang baik
Dengan mengajak anak bersosialisasi ke rumah tetangga misalnya, secara otomatis anak akan menyerap bagaimana pergaulan yang dicontohkan orangtuanya. Ia akan mengenali pergaulan baik sebagaimana dicontohkan orangtuanya. Dengan demikian, memilih pergaulan anak yang baik bisa diajarkan lebih dini.

Dengan mengetahui komentar anak, maka orang tua akan bisa menyimpulkan teman tipe apa yang akan dipilih kelak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber) | kesekolah.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s