Yuk Kenali Kesulitan Belajar Anak dan Solusinya (Part 1)

Hallo sahabat batasa, dalam kesempatan ini admin mau berbagi tips bagaimana cara mengenali kesulitan belajar anak beserta solusi nya. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa berbagai variasi. Ada siswa yang dapat menerima kegiatan belajarnya secara lancar dan tepat tanpa mengalami kesulitan.

Di sisi lain tidak sedikit pula yang dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan siswa ditunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar.

Kesulitan belajar dapat pula disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Yang semua itu pada akhirnya dapat mengakibatkan prestasi belajar berada di bawah rata-rata. Hal tersebut ditandaskan pemerhati pendidikan, Mulyati Hanum SPd, sebagaimana ditulis Riaupos.

Kesulitan belajar ada yang disebut Learning Disorder, Learning Disfunction, Under Achiever, Slow Learner dan Learning Disability. Mari kita simak bersama.

1. Learning Disorder

Ini keadaan dimana proses belajar anak/murid/siswa menjadi terganggu karena hilangnya respons yang bertentangan. Terjadinya anak sulit belajar karena adanya respons yang bertentangan dalam diri anak. Sehingga, hasil belajar yang dicapainya jadi lebih rendah dari potensi yang dimiliki.

Contoh, anak yang sudah terbiasa dengan olahraga keras, seperti karate dan tinju. Maka akan mengalami kesulitan bila menuntut gerakan-gerakan yang lemah gemulai.

2. Learning Disfunction

Merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan anak tidak berfungsi dengan baik. Meskipun sebenarnya anak tersebut tidak menunjukkan adanya subnormality mental ataupun gangguang psikologis lainnya.

Contoh, anak yang memiliki postur tubuh yang tinggi, atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola voli. Namun, mereka tidak pernah dilatih, maka dia tidak dapat menguasai teknik permainan bola voli dengan baik dan benar. Itu karena tidak/kurangnya mendapat pembinaan dalam hal tersebut.

3. Under Achiever

Hal ini mengacu pada anak yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. Tetapi, anehnya prestasi belajar yang didapatkan tergolong rendah.

Contoh, anak yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ-nya 130). Namun, anehnya prestasi belajar yang didapatkannya biasa-biasa saja atau malahan sangat rendah.

4. Slow Learner

Adalah anak yang dalam belajarnya lambat menerima atau menangkap pelajaran sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

5. Learning Disabilities

Pada kelompok ini, si anak mengalami ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala dimana si anak didapat belajar sama sekali atau menghindari belajar. Sehingga, tidak pernah menemui hasil pembelajarannya secara intelektual.

Misal, hal ini terdapat pada anak-anak ambisil ataupun idiot. Memang, faktor makanan turut menentukan daya pikir, kecerdasan dan daya tangkap anak dalam menerima pembelajaran. Sudah semestinya orangtua memberikan asupan makanan sehat, kaya nutrisi dan gizi. Serta, menu halal buat anak-anaknya terlebih dalam masa pertumbuhan. (Lanjut ke Bagian 2)

Sumber: siedoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s