Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Anak adalah jiwa yang sangat mudah diatur oleh orang dewasa baik untuk daya tangkapnya maupun perilakunya. Ibarat kata dengan otak mereka yang masih fresh, anak dapat dengan mudah menerima apapun yang ada di sekitarnya. Lihat saja dari ucapan yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya atau perilaku sehari-hari yang sering mereka jumpai. Pasti mereka akan dengan mudah menirukannya.

 

Nah! Maka tidk menutup kemungkinan kenapa anak bisa show up tanpa malu di depan umum. Hal itu dapat kita nilai bahwa si anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Untuk memiliki jiwa seperti itu, gimana sih cara pelatihan yang tepat pada anak? Nah! Ayah bunda jangan panik. Akan kami jabarkan melalui poin-poin dari Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak-Anak di bawah ini.

1) Biasakan anak untuk berani melakukan hal secara mandiri

Poin pertama yang bisa ayah bunda lakukan untuk melatih si kecil agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi adalah dengan melatihnya untuk melakukan hal-hal yang mereka mau atau mereka butuhkan secara mandiri. Karena dengan kemandirian tersebut, anak akan menggalu rasa percaya dirinya dengan cara berani melakukan suatu hal secara sendiri.

2) Memberikan Kepercayaan Kepada Anak

Oya Ayah Bunda, meski putra-putri ayah dan bunda masih tergolong sangat belia, tidak menutup kemungkinan pula buat kita memberikan kepercayaan terhadap mereka, ya. Karena kepercayaan diri yang nantinya membuat mereka berani show up adalah dapat digali dengan cara memberikan kepada mereka sebuah kepercayaan. Toh dengan demikian mereka akan terbiasa dan yakin bahwa jiwa mereka itu bisa.

3) Memberikan Semangat dan Motovasi yang Tinggi

Satu dua kali yang namanya anak pasti ada rasa lelah. Jangankan anak orang dewasa pun sesekali merasakannya. Nah! Ketika sudah merasa lelah, si anak biasanya enggan melakukannya. Maka tugas kita sebagai orang tua adalah memberinya semangat agar si kecil mau kembali melakukan. Bisa pula kita iming-imingi mereka dengan hadiah yang sekiranya mereka mau melakukan hal tersebut demi melatih rasa percaya dirinya. Tentu hal ini harus dilakukan dengan sabar dan perlahan yaa ayah bunda.

4) Memberikan penjelasan atau nasihat ketika anak melakukan sebuah kesalahan

Tidak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi ini. Dan kita juga tahu tidak semestinya apa yang telah direncanakan berjalan sesuai dengan perencanaan. Maka dalam hal demikian, karena anak baru belajar soal kepercayaan diri, maka tidak menutup kemungkinan jika anak melakukan kesalahan. Meski hasilnya terbilang mengecewakan dan anak akan merasa sedih, ayah bunda tidak perlu memarahinya. Justru dengan memarahinya meski di lain waktu anak akan lebih berhati-hati, namun jiwa mereka akan takut untuk melakukan kesalahan lagi. So, tugas ayah bunda adalah memberikan penjelasan pada mereka. Toh bukankah guru terbaim juga berasal dari pengalaman?

5) Memberikan Apresiasi

Ada baiknya usai melakukan perjuangan pertama kali dan berhasil, kita sebagai irang tua dapat memberikan si anak apresiasi. Anak adalah jiwa kecil yang seserhana dan masih suka main-main. Maka ketika mereka telah berhasil melakukan hal praktik kepercayaan diri, misalnya. Kita dapat memberinya apresiasi baik hanya sekadar aplause kecil, acungan jempol atau jajanan yang menyehatkan. Dengan demikian anak akan merasa senang dan tidak sungkan untuk kembali melakukannya di kemudian hari karena bayangan mereka adalah hal yang menyenangkan. (Batasa red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s